Pewarta : Fitri
Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan dilingkungan sekolah, perlunya sarana dan prasarana yang memadai. DiKabupaten Garut Jawa Barat, masih banyak SD kondisi yang ruang tempat belajar yang kurang representatif.
Tidak itu saja kesehatan dilingkungan sekolahpun perlu diperhatikan dengan adanya sarana bangunan Sanitasi, agar siswa untuk aktivitas buang air besar dan kecil tak perlu keluar dari lingkungan sekolah
SDN Kabupaten Garut, tahun 2019 mendapat bantuan untuk pembangunan RKB, Rehab dan sanitasi bersumber dari Dana Alokasi Khusus
Salah satunya di wilayah kecamatan Cibatu, ada sepuluh SDN yang mendapatkan bantuan tersebut, yakni masing – masing SD ada yang mendapatkan pembangunan Rehab, RKB, hingga pembangunan sarana Sanitasi
Dari sepuluh SDN yang ada di koordinator Wilayah Cibatu, antaralain SDN I Cibatu mendapatkan bantuan untuk Sanitasi, SDN 6 Cibunar mendapatkan rehab, SDN I Kertajaya mendapatkan bantuan untuk RKB, SDN 2 Kertajaya bantau RKB, SDN 1 Padasuka bantuan untuk sarana Sanitasi, SDN 2 Pasaduka bantuan untuk Sanitasi.
Selanjutnya, SDN 3 Mejarsari mendapat Bantuan rehab, SDN 2 Mekarsari, dapat rehab, SDN 4 Mekarsari dapat bantauan Rehab dan Sanitasi, SDN 3 Wanakerta dapat RKB, SDN 1 Kertajaya bantuan RKB, SDN 2 Kertajaya bantuan RKB dan SDN Cibunar 6 mendapat bantuan Rehab.
Terpisah, Kordinator UPT Pendas Cibatu, Kurniadi, membenarkan adanya bangunan SD yang masih beratapkan asbes yang ada di wilayah Cibatu
Pihaknya menejelaskan sekolah yang masih beratapkan asbes salahsatunya SDN 5 Keresek, SDN 2 Cibunar, SDN 1 Cibunar dan yang SD lainnya, tandasnya.
Dirinya menjelaskan adanya SD bangunan yang masih menggunakan asbes, saat melakukan pembinaan pendidikan terhadap masyarakat.
“Saya melihat masih ada bangunan SD yang kondisinya mengunakan atap asbes, pada saat memberikan pendidikan terhadap masyarakat,” ucapnya.
Sementara Kadis Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, mengatakan pembangunan bantuan untuk pembangunan rehab, RKB, dan sanitasi harus sesuai dengan progres yang telah di cairkan yang tidak bisa di menggunakan dana talangan harus sesuai dengan peraturan.




