Pengantin PGRI

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua PB PGRI)

Menarik melihat halaman muka undangan pernikahan dua guru muda milenial yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2019. Keduanya menggunakan batik kusuma bangsa PGRI. Adalah Bangbang Komara, S.Pd dan Ela Purnamasari, S.Pd guru muda dari Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Kota Tasikmalaya memang kota yang campernik dan unik. Termasuk pasangan pengantin dari PGRI Kota Tasik memang wow. Baju kebanggaan organsiasi batik PGRI dipakai “endorse” kartu undangan. PGRI Kota Tasikmalaya memberikan pesan moral kePGRIan melalui undangan pernikahan.

Biasanya sebagian orang menggunakan batik PGRI kalau mau nyaleg. Nyaleg demi kepentingan politik dan perjuangan pendidikan. Sosok Bangbang dan Ela menggunakan batik PGRI karena mau pengantinan. Sebuah momentum terindah dalam kehidupan kita.

Saya sebagai Ketua PB PGRI kagum dan bangga pada guru muda Kota Tasikmalaya. Mengucapakan SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU semoga sakinah, mawadah dan warohmah. Kebanggaan anda terhadap baju guru batik PGRI adalah buah dari cinta profesi.

Salut pada Ketua PGRI Kota Tasik H. Bangbang Hermana, Hj. Esih dan semua pengurusunya. PGRI Kota Tasikmalaya adalah salah satu contoh kepengurusan organisasi yang normatif. Semua pengurusnya guru. Ini menjelaskan kesanggupan para guru dalam mengurus rumahnya sendiri. Ayo PGRI yang lain bagaimana?

Semoga Allah memberikan kehidupan yang lebih baik dan berkah bagi semua guru yang bangga pada profesinya. Bangga bingit pada organisasinya. Khusus bagi pengantin baru keluarga guru muda __Bangbang dan Ela__ semoga kelak anda menjadi pasangan keluarga guru yang teladan dan berprestasi.

Ada tiga peristiwa terpenting dalam kehidupan kita. Pertama saat kita lahir. Kedua saat kita wafat. Ketiga saat kita menikah. Kita lahir tidak pernah meminta. Kita wafat sangat tidak meminta bahkan kalau bisa ingin hidup 1000 tahun.

Namun ada satu momentum yang kita minta. Bahkan meminta pada kedua orangtua. Meminta pada KUA dan meminta do’a sejumlah rekan dan sahabat. Tiada lain adalah meminta terkait menikah. Pernikahan adalah sebuah momentum paling sakral bagi dua pribadi manusia dan keluarga besar.

Menikah itu adalah awal kehidupan. Bujangan, jomblo sekaya apapun bila belum menikah, belum hidup atau hanya seperempat hidup. Menikah adalah hidup sebenarnya hidup. Kehidupan dimulai saat kita menikah.

Menikah bagi para guru sebenarnya ada dua. Satu menikah secara biologis normatif sosial. Kedua menikah secara organisatoris normatif profesional. Halaman muka undangan pasangan pengantin guru muda PGRI Kota Tasikmalaya dengan menggunakan batik kusuma bangsa sebenarnya membawa pesan kode keras. Sangat keras!

Pesannya adalah :1) hai para guru banggalah menjadi guru, 2) hai para guru mari kita bangun PGRI ibarat membangun sebuah keluarga, sakral dan mulia, 3) hai para guru muda mulailah masuk menjadi pengurus PGRI, 4) hai para guru tidak ada uniform yang membanggakan selain batik PGRI dan 5) hai para guru prioritaskan dedikasi dan prestasi.

Terimakasih Bapak Bangbang dan Ibu Ela anda adalah perwira guru. Guru perwira dari PGRI Kota Tasikmalaya. Suatu saat Saya ingin berselfie dengan anda. Anda hebat. Anda wow, glow dan milenialis.

Bila perwira TNI dan Polisi bangga dengan uniformnya dan selalu tampil dalam kartu undangan pernikahannya. Maka sosok Bangbang dan Eli pun sama melakukannya. Anda berdua adalah perwira pendidik, pendidik perwira. Duo Sejoli Guru yang wow! Sukses

(434)