Bupati Dony Inginkan Sumedang Jadi Contoh Pembauran Kebangsaan

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Sumedang harus jadi contoh pembauran antar anak bangsa. Keinginan itu disampaikan Bupati H Dony Ahmad Munir di hadapan peserta Kemah Pembauran Kebangsaan saat membuka acara tersebut, di Kampung Toga, Selasa, (27/8/19).

Selain memberikan apresiasi atas digelarnya kegiatan, Bupati juga berharap kegiatan tersebut dapat mendorong Sumedang menjadi kabupaten yang berhasil dalam pembauran warganya.

“Sumedang harus menjadi role model pembauran bangsa. Bagaimana kita bisa saling menghargai dan menghormati perbedaan. Semoga dengan kegiatan ini, benar-benar akan membaurkan semua elemen bangsa untuk bersatu padu membulatkan tekad bersama-sama membangun Sumedang,” tandas Bupati.

Dia pun mengingatkan, hendaknya sebagai warga Indonesia kita patut bersyukur atas kedamaian dan kenyamanan hidup di bumi Nusantara, walau berlatar belakang perbedaan suku bangsa, bahasa, agama, budaya, dan wilayah.

“Kita patut bersyukur tinggal di bumi yang aman, nyaman, dan damai. Meski berbeda suku bangsa, bahasa, wilayah, dan lainnya, kita masih bersatu,” tuturnya.

Dikatakan, berbeda halnya dengan beberapa negara yang sekarang terpecah belah dan dirundung konflik berkepanjangan, bangsa Indonesia masih tegak berdiri dalam bingkai NKRI.

“Banyak negara yang hancur karena masing-masing unsur bangsa tidak mau bersatu padahal berasal dari suku yang sama, memiliki bahasa yang sama wilayah yang sama, bahkan agama yang sama,” kata Bupati.

Menurut Bupati, hal itu terjadi karena bangsa Indonesia memegang erat empat pilar kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa. diantaranya, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI merupakan pemersatu bangsa sebagai konsensus para founding father Indonesia yang harus terus di jaga.

Bupati pun mengajak peserta Kemah Pembauran Kebangsaan menjadi garda terdepan dalam menangkal berbagai usaha yang akan menghancurkan kesatuan dan persatuan bangsa.

“Forum ini harus menjadi ajang koordinasi dan komunikasi berbagai masalah kebangsaan yang mungkin timbul dan menanggulanginya sedini mungkin. Jadilah semua menjadi bagian dalam merekatkan bangsa,” ujar Bupati.

Sementara itu Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumedang, Rohayah Atang selaku panitia mengatakan, maksud diadakan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai forum pembauran kebangsaan.

“Tujuannya adalah mewujudkan dan meningkatkan semangat kebangsaan tanpa harus menghilangkan identitas perbedaan etnis, agama, ras, budaya, dan golongan,” terangnya.

Adapun peserta kegiatan sebanyak 100 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai paguyuban atau asosiasi lintas etnis, suku, dan agama.

“Semua yang diundang dari berbagai latar belakang yang berbeda suku, agama dan budayanya. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan kembali tahun depan dan lebih banyak lagi pesertanya,” katanya.

Selama dua hari, kata Rohayah, Selasa sampai Rabu, 27-28 Agustus 2019, para peserta akan mengikuti berbagai materi yang disiapkan panitia termasuk kegiatan untuk mendekatkan sesama peserta seperti api unggun.

“Materi disampaikan oleh unsur Forkopimda dan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Sumedang. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya semangat kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong diantara sesama peserta kemah,” ujarnya.

(13)