Puluhan Tahun, Warga Papua Merasa Aman Nyaman Berada Di Kota Batu

Foto: Walikota,Wakil Walikota, Kapolres, Warga Papua Kota Batu Bergoyang bersama tarian adat Papua (Foto Bag. Humas Setda Kota Batu)

Pewarta : Hi

Koran Sinar Pagi, BATU – Pemkot Batu berinisiatif melakukan malam keakraban Siswa dan Mahasiswa dan tokoh masyarakat Papua yang berdomisili di Kota Batu, kegiatan itu mendapat respon positif dari banyak pihak di wilayah kota wisata Batu. Malam keakraban itu dilaksanakan di Balai Persekutuan “Bukit Zaitun” YPPII Jl.Indra Giri No.5 Kecamatan Batu, Kota Batu, Kamis (22/8/2019).

Acara tersebut, digagas atas dasar untuk mereduksi kembali agar bersatu padu menjadi satu atap tanpa memandang golongan, agama, ras dan lainya, yang bermuara pada utuhnya persatuan dan kesatuan di negeri yang diwariskan pada para pejuang bangsa. Dan bertujuan agar perselisihan faham maupun budaya, bukan sebagai alasan untuk menjadi perpecahan, yang di isukan di tanah Papua beberapa hari kemarin.

Dikesempatan yang baik ini, Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, menyampaikan rasa terima kasih serta ucapan syukur atas kemerdekaan Indonesia Ke 74 tahun. yang sudah diwariskan para pejuang bangsa ketika itu, pada kita semua hingga sampai saat ini. Budi Hermanto, mengajak, bersama-sama memberikan rasa aman, nyaman dan menciptakan rasa persatuan dengan saudara kita dari Papua sehingga kekerabatan yang sudah ada tetap terjalin dan terjaga,”beber Kapolres (Buher) Budi Hermanto.

Harapan rasa syukur aman dan terciptanya kota Batu kondusif, berkat keterlibatan semua pihak terutama pada pihak Kepolisian, serta peran masyarakat lintas agama dan lainya, bergandeng tangan untuk mewujudkan kota Batu benar-benar aman dari kerusuhan,”papar Walikota Dewanti Rumpoko, ketika di hadapan warga Papua yang mengikuti acara malam keakraban.

Karena hidup berdampingan tanpa didasari dengan saling menghormati dan saling bertoleransi, akan mudah rapuh, serta rawan untuk di adu domba dengan pihak manapun. Karena pentingnya bersaudara satu dengan yang lainya, kita semua tetap satu nusa satu Bangsa,satu bahasa dalam pedoman Bhineka Tunggal Ika, serta berdasarkan Pancasila sebagai filter kehidupan di Negara Kesatuan Repubkik Indonesia (NKRI),”pungkas Dewanti Rumpoko

(35)