Petani Cimaragas Akan Berdemo, Kalau Tuntunan Tidak Terealisasi

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,– Warga Desa Sukamulya, Kecamatann Pangatikan akan melakukan ancam akan lakukan aksi demo, jika tutuntannya sekama 3 hari kedepan tidak terealisasi, demikian dikatakan Ganjar, warga Desa Sukamulya.

Menurutnya, dengan adanya proyek reaktivasi rel KA, lahan sawah dan air tercemar, sehingga warga meminta ganti rugi untuk pengantian sipon kepada PT KAI.

Ganjar, warga Desa Sukamulya, Kec.Cibatu, Kab.Garut

Dia menuduh pihak PT KAI hanya janji – janji, namun sampai saat ini belum juga terealisasi, “Kompensasi dampak reaktivasi KA yang dijanjikan hanya mengulur – ngulur waktu saja,” tandasnya, Rabu (22/08/19).

Ganjar menegaskan, warga petani, KAPM dan unsur desa sudah mengadakan pertemuan, di Saung Tani Kp.Sukamulya Desa Sukamulya dengan disaksikan oleh Babinsa dan Babinkantibmas, Kamis (22/8/19), terangnya.

Dari pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan yang dituangkan dalam surat dari desa menekankan para petani antara lain sipon diganti dengan yang baru tanpa kecuali, selain itu warga juga menuntut ganti rugi (kompensasi).

“Dengan adanya pembangunan rel oleh PT KAI, saluran Sungai Cimaragas yang dimanfaatkan warga Desa Sukamulya untuk kebutuhan sehari – hari kini tercemar, sehingga tidak bisa digunakan, harus adanya solusi untuk bisa dipergunakan kembali,” kata Ganjar, melalui pesan WA nya.

(104)