Kepala SDN 2 Cipelah Abaikan Keterbukaan

Pewarta : Tim Liputan

Koran. SINAR PAG, Soreang,- Menindak lanjuti pemberitan (7/8/2019) Soal dugaan Kepala sekolah SDN Cipelah 2 (UM) tidak transpran dalam pengunaan anggaran proyek pembangunan Tembok penahan Tebing ( TPT) dari Dinas pendidikan Kab Bandung, kini setelah ada pemberitaan. dan menjadi sorotan warga, dan orang tua siswa baru terpapang papan informasi publik,

Dari hasil pantaaun tim liputan koran sinar pagi (6/8/2019) Sekolah SDN Cipelah 2 sedang melaksanakan kegiatan pembangunan TPT, namun pada saat tim liputan koran sinar pagi ke lokasi SDN Cipelah 2 tidak terpasang papan informasi publik, guna mengetahui asal usul anggaran yang di pakai pembangunan TPT di sekolah tersebut, Besar anggaran nya berpa,?? Dari mana anggaran tersebut?? dan yang paling penting dengan ada nya papan inpormasi publik yang sudah di atur UU KIP No 14 Tahun 2008, masyarakat jadi mengetahui sumber anggarn, dan tidak duagan negatip terhadap sekolah,

Asep (56) salah satu tokoh masyarkat di Kampung Rt 04 Rw 05 Desa Cipelah Kec Rancabali, Minggu 11/8/2019 kepada koran sinar pagi mengatakan, Se tahu saya biasa nya pihak sekolah ikut Bimtek ( Bimbingan Teknis) sebelum pelaksanaan kegiatan Pembangunan, tentu segala sesuatunya dalam Bimtek di jelaskan, dari mulai pembentukan Tim P2S / panita, papan proyek dan lainnya, jadi kalau pihak Sekolah dengan alasan sederhana lagi bikin bener itu tidak masuk di akal pak, tegas nya

Masik kata Asep , Kurangnya pengawasan dari dinas pendidikan kab.bandung hinga pihak sekolah terutama kepala sekokah tidak ada itikad baik dalam dalam anggran, terbukti jelas kan setelah ada pemberitaan baru di pasang, dan yang sangat di sayangkan dalam proyek TPT SDN Cipelah 2 terkesan asal asalan, terlihat jelas dalam pengunaan bahan matrial tidak sesuai dengan sepesifikasi umum sebagai mana biasanya.

Seperti batu/pasir diduga tidak sesuai mutu standar,selain pasir dan batu tidak terlihat nya ada besi tiang sebagai penyangga TPT tidak terpasang agar TPT lebih kuat. Ucapnya

Selanjut Tim liputan KSP mencoba menghubungi Kepala sekolah via Tlp seluler untuk minta keterangan atas dugan pembangunan TPT yang di nilai asal asalan, kami berharapa agar Dinas pendidikan betul betul melakukan pengawasan terutama Kasi Sarana agar dalam setiap pelaksaan tidak terkesan asal asalan.

(23)