Turunnya Omzet Penjualan, Dikeluhkan Pedagang Bendera Merah Putih Musiman

Pewarta : Ajid

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,– Para pedagang musiman Bendera Merah Putih menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 ini dalam beberapa hari terakhir tampak mulai ramai memghiasi setiap sudut jalan di Ibukota Kab.Sukabumi, Palabuhanratu.

Beberapa pedagang terlihat menjajakan atribut perayaan HUT RI mulai dari Bendera Merah Putih beragam ukuran, tiang bendera, hingga umbul-umbul warna – warni dipajang untuk menarik calon pembeli.

Harga yang ditawarkan pun bervariatif, tergantung ukuran dan jenis benderanya, mulai dari harga Rp.5.000 hingga ratusan ribu rupiah.

Untuk tahun 2019 ini diakui oleh para pedagang, penjualan bendera relatif sepi jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pedagang mengaku omzet penjualan hanya berkisar antara Rp.100 sampai 300 ribu, padahal tahun sebelumnya bisa mencapai Rp 1.juta perhari.

Akibatnya, tak sedikit penjual bendera yang mengeluhkan sepinya pembeli, apalagi, momen peringatan HUT RI kali ini berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha 1440 H.

Asep Khoerurohman (41), misalnya, penjual bendera di Jalan Ahmad Yani, Kota Palabuhanratu, mengaku, jika barang dagangannya masih minim terjual.

“Ini kan masih ada beberapa hari lagi hingga 17 Agustus. Saya tetap berharap supaya hasil jualan saya bisa laku banyak,” kata Asep saat ditemui dilapaknya, Sabtu (10/08/19).

Pria asli Bandung ini mengungkap, sejak mulai berjualan pada 26 Juli lalu, hasil dagangannya diluar ekspektasi, berbeda dengan tahun lalu, omzetnya bisa mencapai jutaan rupiah.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya omzet bisa mencapai Rp 1 jutaan setiap harinya, tapi tahun ini paling hanya mencapai Rp 250 ribuan per harinya,” tandasnya, seraya berharap disisa wakru beberapa hari kedepan, penjualannya bisa meningkat.

(17)