Wong Chun Sen : Butuh Kesadaran Masyarakat Untuk Tidak Merokok Sembarangan

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd kembali mengingatkan masyarakat Kota Medan tentang adanya penyakit berbahaya yang dapat mengancam kesehatan bagi perokok aktif maupun perokok pasif (orang yang menghisap rokok).

Hal tersebut dikatakan Politisi PDI Perjuangan tersebut saat mengadakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Kawasan Tanpa Rokok yang diadakan di Jalan Maluku, Lingkungan 3, Kelurahan Pandau Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Sabtu (3/8/2019) sore.

Turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, dr.Alfindy, perwakilan Kecamatan Medan Perjuangan dan Kelurahan Pandau Hilir, tamu undangan dan sejumlah awak media cetak.

Diketahui bahwa, rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm yang memiliki variasi ukuran dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau kering yang telah dicacah. Sejak beberapa tahun terakhir ini, rokok yang dijual dengan dibungkus dengan kotak berbagai warna tersebut, pada bungkus-bungkusnya diberikan pesan berupa peringatan kesehatan akan bahaya yang ditimbulkan dari rokok.

“Untuk itu, pemerintah dan legislatif mengeluarkan perda rokok, tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat agar lebih sehat, mengurangi jumlah perokok di Indonesia, dan warga masyarakat dapat terhindar dari bahaya rokok yang dapat menimbulkan beberapa penyakit serius hingga menyebabkan kematian,” kata Wong.

Wong menghimbau, agar para orangtua baik bapak dan ibu agar menjauhi rokok, dan bagi perokok agar segera berhenti merokok. Selain orangtua, ternyata Wong memiliki data dari WHO mengenai jumlah perokok di dunia, dan negera Indonesia memiliki peringkat tertinggi perokok.

Menurutnya, data WHO tahun 2015,setiap tahun lebih dari 5 juta orang meninggal karena rokok, angka ini bisa meningkat menjadi 8 juta pada tahun 2030 jika rokok tidak dikendalikan. Di Indonesia data tahun 2010 setiap tahun ada 200 ribu orang meninggal karena rokok. Ini sama saja dengan 548 orang meninggal setiap harinya.

“Angka ini menunjukkan betapa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Rokok mengandung 7000 zat kimia yang 69 diantaranya adalah bersifat Karsinogenik (penyebab kanker). Nikotin, Tar, Amonia, Karbon Monoksida, Arsenik, Kadmium, Formal Dehida, adalah kandungan yang ada didalam rokok dan berbayaha,” jelas Wong memberitahukan Riset kesehatan Dasar (Riskedas) tahun 2010 menunjukkan ada 92 juta perokok pasif di Indonesia, 62 juta perempuan dan 30 juta laki-laki dan angka itu 11,4 juta adalah anak usia 0-4 tahun.

Anggota Komisi II (B) DPRD kota Medan ini menjelaskan, ada 9 macam penyakit yang diakibatkan oleh rokok, yaitu berbagai macam penyakit kanker (kanker kandung kemih, kanker payudara dan kanker serviks bagi wanita), penyakit paru, penyakit jantung, impotensi, gangguan kehamilan, stroke, arterosklerosis, penyakit lambung dan penyakit medis lainnya

Pada Perda Kota Medan No.3 Tahun 2014 tentang kawasan tanpa rokok (KTR), terdiri dari 16 Bab dan 47 pasal. Dijelaskannya lagi, setiap orang/badan wajib mematuhi ketentuan larangan di tempat atau area yang dinyatakan sebagai KTR, yakni fasilitas pelayananan kesehatan, tempat belajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tepat kerja dan tempat kerja dan tempat umum. Pada Bab VI di Perda No.3 Tahun 2014 diatur juga sponsor untuk produk rokok baik orang dan badan tidak boleh menggunakan nama merek dagang dan logo produk rokok, termasuk brand image produk rokok dan tidak mempromosikam rokok. Sementara pada pasal 19, tidak boleh mengikutsertakan anak dibawah umur 18 tahun kebawah.

“Pada BAB XIII Sanksi Administratif pada pasal 41 setiap orang yang melanggar ketentuan pasal 22 ayat 1 dan ayat 3 akan dikenakan sanksi. BAB XIV Ketentuan pidana pada pasal 44 Perda tersebut disebutkan, bagi setiap orang yang merokok ditempat atau area yang dinyatakan sebagai KTR diancam pidana kurungan paling lama 3 hari atau dendan paling banyak Rp.50.000 dan setiap pengelola pimpinan dan atau penanggungjawab KTR yang tidak melakukan pengawasan internal, membiarkan orang merokok, tidak menyingkirkan asbak atau sejenisnya dan tidak memasang tanda-tanda dilarang merokok ditempat area yang dinyatakan sebagai KTR akan dipidana kurungan paling lama 15 hari dan denda paling banyak 10.juta,” tegas Wong yang juga Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kota Medan ini.

Senada dengan itu, dr.Alfindy sebagai perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Medan mengatakan, asap rokok yang dikeluarkan perokok aktif sangat berbahaya bagi perokok pasif, sebab dampaknya sangat tidak baik bagi yang terkena atau menghirup asap rokok tersebut.

Kalau merokok ini bukan hanya diri kita aja yang terkena efek buruknya terutama anak-anak kita tapi kita nggak tahu kanker ya kan jadi jadi tadi kebanyakan mungkin Bapak Ibu semua saya mungkin membahas

Dari segi medis, kata dia, dampak buruknya kebanyakan yang timbul dari asap rokok itu, kita hembuskan, dihirup orang yang tidak merokok mereka disebut dengan Perokok pasif justru perokok pasif ini efeknya lebih bahaya. Kenapa, karena tidak ada filter yang digunakannya, nah, asapnya itu langsung di dihirup masuk ke dalam paru-paru sementara jika ada bapak-bapak atau ibu ada yang merokok Itu masih ada filternya. Sakit akibat rokok ini tidak langsung kelihatan, dia (perokok-red) nggak langsung kena penyakit.

“Jadi, misalkan hari ini kita merokok, setidaknya setelah 5 hingga 10 tahun lagi ada penyakit jantung, stroke, kanker paru dan lainnya. Maka, kurangilah merokok, kalau bisa berhenti merokok itu lebih baik. Jadi, berhentilah merokok sebelum rokok yang membunuh kita,” pungkasnya.

(1)