Finalisasi Musyawarah Pembangunan Alun – Alun Cisaga

Pewarta : A Y Saputra

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Ciamis,- Musyawarah pembangunan Alun – Alun Cisaga belum juga usai, hari ini Senin (05/08/19) musyawarah kembali dilanjutkan. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas DPRKLH, Kabupaten Ciamis, H Oman, Camat Cisaga, H Dede Suparman, Kepala Desa Mekarmukti Mumu Masmu,Ketua BPD beserta anggota, LPM, Forum Komunikasi Karang Taruna, Babinmas dan Perwakilan Masyarakat Desa Mekarmukti.

Permasalahan masih tetap berkutat dipenggantian tanah lapang, Kepala Desa Mekarmukti Mumu mengatakan, untuk pengajuan penggantian tanah lapang akan diajukan.

“Apabila sampai mentok tidak ada penggantian dari pemerintah, saya bersedia untuk mengganti tanah lapang tersebut dengan Tanah Bengkok Desa,” ucap Mumu.

Camat Cisaga, H.Dede mengatakan, untuk penggantian ada 3 (tiga) titik yang diincar yaitu, daerah sekitaran Mesjed Agung, kemudian tanah disekitar RW 10 dan apabila mentok, maka menggunakan Tanah Bengkok Desa.

“Saya akan memperjuangkan semaksimal mungkin, masalah proposalpun sudah kami persiapkan, saya sangat optimis perjuangan ini akan berhasil,” ucapnya.

Sementara Kadis DPRKLH, H.Oman saat di wawancara koransinarpagijuara.com mengatakan, pembangunan alun – alun Cisaga ini diharapkan mendapat dukungan yang positif dari masyarakat.

“Program dari RPJMD kita harus bisa melaksanakan pembangunan yang lebih baik dari tahun – tahun sebelumnya, itu rencana pembangunan yang dilaksanakan melalui tahapan – tahapan, yaitu dengan memberikan penjelasan informasi melalui tahapan proses selanjutnya,” ujarnya.

Terkait adanya penolakan pembangunan alun – alun Cisaga oleh masyarakat yang menuntut ada tanah pengganti lapang, Kadis H Oman mengatakan “Kita menanggapi itu suatu hal yang positif, berarti masyarakat tahu tentang ada rencana kegiatan, kalau pun ada Aspirasi seperti itu, ya… kita nanti di sini ada Kepala Pemerintahan Desa yaitu Pak Kuwu,ada Camat yang bisa memfasilitasi,” tutur H.Oman.

Lebih lanjut H Oman mengatakan, “Kita sudah melalui beberapa tahapan dari tahun-tahun sebelumnya, tinggal menunggu proses, mudah – mudahan tidak ada masalah di proses ini,” pungkasnya.

Usai pertemuan, sempat terjadi ketegangan antara Ketua Karang Taruna dan Ketua BPD akibat salah pengertian, beruntung suasana tegang bisa diselesaikan di Ruangan Kepala Desa.

(78)