Dua Kuasa Hukum Saling Klaim Data Kepemilikan Tanah

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Musyawarah penyelesaian sengketa tanah garapan seluas 25 Ha yang berlokasi di Kecamatan Palabuhanratu, Kab.Sukabumi antara masyarakat penggarap dan Yayasan Insan Kamil Hidayatullah dengan PT WIKA Realty hingga saat ini belum juga menemukan titik temu, sehingga harus dilakukan pertemuan berikutnya untuk mencari jalan keluar yang baik bagi kedua belah pihak yang bersengketa.

Dalam pertemuan pertama yang difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu, pihak yayasan mempertanyakan soal kejelasan status kepemilikan tanah dari pihak perusahaan yang akan dibangunnya.

Rafi’i Nasution selaku tim kuasa hukum Yayasan Insan Kamil Hidayatullah menegaskan jika dalam dua kali pertemuan tidak juga dapat terselesaikan, maka pihaknya akan mengajukan gugatan ke PTUN.

“Pertemuan hari ini bukan deadlock, karena pertemuan ini membuka win – win solution membuka peluang antara saya dan kuasa hukum PT Wika realty untuk bersepakat, setelah ini akan mengadakan pertemuan lagi,” tuturnya.

Dia berharap dalam pertemuan kedua nanti akan ada solusinya, sehingga tidak perlu ada lagi pertemuan – pertemuan selanjutnya, “Yang jelas kami berharap sehera ada solusi dari pihak perusahaan, karena kita juga punya data dan jika pertemuan yang kedua tidak ada solusinya maka kami akan membawa masalah ini ke PTUN,” jelasnya.

Dia mengaku, keterlibatannya dalam masalah ini, bukan hanya sebagai kuasa hukum yayasan, tapi juga kuasa hukum bagi para penggarap lahan lainnya, “Dari luas lahan keseluruhan yang 25 hektar itu, 6.000 Meter perseginya digarap oleh yayasan.

“Mudah-mudahan masalah ini bisa selesai di tingkat mediasi,” harap Rafi’i Nasution.

Sementara kuasa hukum PT Wika Realty, Akbar Arumanegara mengatakan, pihaknya membuka komunikasi dengan pihak yayasan untuk bermusyawarah mencari solusi.

“Karena ini pertemuan awal, silaturahmi dulu lah dan saling kenal, mudah – mudahan pada pertemuan selanjutnya bisa komunikasi lebih baik, untuk mencapai tujuan,” pungkasnya.

(52)