Warga Rumah Retak Lega Waskita Karya Penuhi Tanggungjawab

Koran SINAR PAGI, OKI
Pewarta : adi/fitry

Warga desa Pedu Kecamatan Jejawi Kabupaten OKI Sumatera Selatan yang rumahnya mengalami retak akibat dampak pembangunan jalan tol Kapal-Betung yang melintasi desanya merasa lega.

Pasalnya PT.Waskita Karya (persero) tbk sebagai pengelolah proyek tol yang selama ini dituding sebagai penyebab rusaknya rumah warga akhirnya bertanggungjawab memperbaiki kerusakan rumah.

Setelah mendapat laporan dari masyarakat yang menyatakan jika rumah mereka retak dan rusak akibat mobil angkutan material bermuatan berat milik PT.Waskita kerap melintas.

Pihak PT.Waskita Karya langsung menerjunkan tim dan petugasnya untuk mengecek dan mendata rumah retak itu.

Tanpa butuh lama kemudian langsung menperbaiki kerusakan dan keretakan agar bisa kembali baik lagi.

Wati, Sarjoni, dan Nazirin, mengaku sangat berterimakasih kepada PT.Waskita Karya yang telah bersedia memperbaiki kerusakan rumah mereka dengan menerjunkan timnya.

Sehingga warga merasa terbantu tanpa harus mengeluarkan biaya lagi untuk memperbaiki kerusakan karena sepenuhnya telah diperbaiki oleh PT.Waskita Karya.

Awalnya diakui warga memang mereka berharap PT.Waskita Karya bisa bertanggungjawab akan kerusakan rumah mereka.

Dan ternyata harapan mereka tidaklah sia-sia, dengan sigapnya PT .Waskita Karya langsung menyikapi persoalan tersebut dengan mengambil tindakan konkrit agar masyarakat yang ada tidak dirugikan.

Kehadiran PT.Waskita Karya dalam membangun proyek tol menurut warga cukup memberi kontribusi yang positif bagi mereka.

Selain akses yang mudah dijangkau, tingkat perekonomian warga pun jauh lebih meningkat.

Kepala Proyek PT.Waskita Karya (persero) tbk Seksi I, Arif Hardianto diwakili Nuryadi, ketika disambangi awak media disela-sela memperbaiki rumah retak tersebut, Kamis (18/07) mengatakan, apa pun bentuk persoalan yang terjadi ditengah masyarakat akibat dampak proyek pembangunan jalan tol maka pihaknya selalu bertanggungjawab penuh dan berkomitmen memberikan yang terbaik.

Karena PT.Waskita Karya tidak mau merugikan pihak mana pun dan dimana pun berada.

Tidak akan lari dari tanggungjawab dan tidak akan meninggalkan kesan yang kurang baik dikemudian hari.

Justru pihak perusahaan mencoba untuk membantu membangun kesejahteraan masyarakat dengan memberdayakan SDM yang ada agar perekonomian meningkat.

Nuryadi pun meyakinkan jika pihaknya selalu peduli akan lingkungan sekitar proyek beroperasi.

Namun, kritik dan saran juga tetap diminta sebagai media koreksi untuk pembenahan yang lebih baik.

Untuk itu, PT.Waskita Karya terus meminta dukungan dan peran serta aktif dari semua pihak hingga pembangunan proyek tol rampung 100 persen.

Karena tanpa dukungan tersebut mustahil pekerjaan proyek akan selesai dengan sempurna, ujar Nuryadi mengakhiri keterangan.

(18)