Peresmian PLTA Rajamandala 47 MW

Pewarta : Deni HM

Koran SINAR PAGI, Kab.Bandung Barat,- PT PLN (Persero) terus dukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rajamandala yang berbasis enegi baru terbarukan (EBT) yang dilaksanakan pembangunannya oleh PT Indonesia Power melalui Rajamandala electric Power (REP), hal itu diwujudkan dengan telah beroperasinya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Rajamandala yang berkapasitas 47 MW, dengan menelan biaya swbesar US $.150 juta.

Sejatinya proyek ini akan rampung di tahun 2017, namun ada kemunduran hingga baru dapat diresmikan pada tanggal 12 Juli 2019 lalu.

Peresmian PLTA Rajamandala

Sementara itu Direktur utama PT Rajamandala Electric Power (REP), Basuki Setiawan di sela – sela acara peresmian saat ditemui tim koransinarpagijuara.com mengatakan, pembangunan proyek ini di mulai sejak tahun 2013 namun mengalami kendala akibat ada masalah pada kestabilan tanah, sehingga menyebabkan adanya keretakan kontruksi.

Lebih jauh Basuki menjelaskan, kendala tersebut menyebabkan terjadinya penghentian kucuran dana, sementara disisi lain para investor meminta kepada PT Rajamandala Electric Power (REP) agar melakukan mitigasi bencana serta rencana pemulihan, “Alhamdulillah di tahun 2019 proyek ini bisa rampung,” ucapnya.

Executive Vice President Konstruksi Regional Jawa Bagian Tengah, Dady Murihno mengatakan, kehadiran PLTA Rajamandala akan menambah porsi pembangkit energi baru terbarukan (EBT) khususnya di region Jawa – Bali sekitar 10,1 persen dari total kapasitas pembangkit.

“Air yang digunakan oleh PLTA Rajamandala merupakan aliran air dari PLTA Saguling yang akan mengoptimalkan listrik yang dihasilkan oleh pembangkit itu sendiri,” ungkap nya.

Untuk transmisinya PLTA tersebut 150 KV sepanjang 8 Km yang terhubung ke jalur transmisi Cianjur – Cigereleng, sehingga nantinya setelah masa kontrak berakhir pengelolaan PLTA tersebut akan di serahkan kepada PT PLN (Persero), tambah Dady.

Masih di lokasi yang sama, General Manager PLN Jawa barat Iwan Purnama saat di konfirmasi mengatakan, PLTA Rajamandala akan menambah porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam sistem kelistrikan di Jawa Barat, yang sebelumnya 68 persen menjadi 69 persen.

“PLTA Rajamandala 47 MW sudah beroperasi komersial,” jelas Iwan saat menghadiri peresmian pengoperasian PLTA Rajamandala, Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

(18)