Kecamatan Rumbia, Kab.Jeneponto Darurat Narkoba

Pewarta : Awing

Koran SINAR PAGI, Jeneponto,– Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif) adalah bahan/zat berbahaya, yang jika dimasukan kedalam tubuh manusia, baik dengan cara diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang.

Dewasa ini, Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di kalangan generasi muda kian meningkat, tidak hanya di kota – kota besar, namun merambah hingga kepedalaman. Hal ini dapat mengancam keberlangsungan hidup bangsa di kemudian hari.

Pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus estafet kepemimpinan bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf ini. Akibatnya, harapan terciptanya generasi bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal angan – angan.

Karena mengandung zat adiktif yang menyebabkan ketergantungan, maka ketika seorang mulai mencoba mengkonsumsi Narkoba akan sangat sulit untuk berhenti menggunakannya.

Menyadari betapa berbahayanya Nakoba bagi kelangsungan hidup generasi muda harapan bangsa, Hengki Tornado, Wakil Ketua DPC LAN (Lembaga Anti Narkotika), mengaku sudah memiliki rencana untuk mengadakan acara Sosialisasi tentang bahaya Narkoba ini di kalangan pelajar di sekolah – sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Rumbia.

“Kecamatan Rumbia sudah dalam kondisi darurat Narkoba nomor 2 (dua) setelah Kecamatan Binamu, maka perlu segera dilakukan tindakan secara kolektif dari semua unsur masyarakat,” ucapnya saat ditemui koransinarpagijuara.com di lobi Dinas Pendidikan, Kab.Jeneponto, Selasa (16/07/19).

Dalam kegiatan ini, lanjut Hengki, pihaknya akan mengundang unsur Muspida, TNI-Polri dalam hal ini Kapolres serta Dandim 1425 Jeneponto, Kajari Jeneponto, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

“Terhadap seluruh generasi muda, baik pelajar maupun yang menganggur harus kita lakukan pencegahan agar jangan pernah mencoba menggunakan Narkoba,” pungkasnya.

(36)