Kuli Taman Idap Kanker Ganas Oparium

Pewarta : tim

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Wanita paruh baya yang mengalami gangguan penyakit di perut selama lebih dari 2 (dua) tahun, selama ini hanya sakit ketika buang air besar (BAB) kerena ada benjolan di dalam perutnya, sehingga perutnya terus membuncit dan mengeras.

Imas Otih (65), warga Kampung Citepus RT 02 RW 14, Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ini, dengan segala keterbatasan hidup hanya mengandalkan buruh kuli untuk bertahan hidup.

Imas Otih (65), Kuli Taman pengidap Suspek Kanker Ganas Oparium

Menurut Bidan Desa, Rini Purnamawati yang pertama kali mengetahui kondisi ibu Imas Otih ini langsung memeriksa perut Imas yang membuncit, dan dari keterangannya,

“2 (dua) bulan terakhir ini saya datang ke Posbindu desa untuk melayani masyarakat, kemudian saya melakukan pendekatan dan merayu si ibu ini untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, awalnya sih ibu Imas ini ngga mau dan kami juga tetep harus dengan persetujuan keluarga juga,” tuturnya.

Masih kata Rini, setelah si ibu mau di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Palabuhanratu.

“Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dari rumah sakit Palabuhanratu, bu Imas ini harus di rawat atau di rujuk kembali kerumah sakit Samsudin atau biasa disebut rumah sakit Bunut Kota Sukabumi melalui rujukan dari poli bedah dan poli penyakit dalam Rumah Sakit Palabuhanratu.

Menurut Kepala Puskesmas Palabuhanratu, Irwan Ruswandi, setelah mendapat laporan dari bidan desa, pihaknya langsung merujuk dan membawa pasien ke Rumah Sakit Palabuhanratu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, selanjutnya setelah mendapat keterangan dari dokter ibu ini mengalami sakit Suspek Kanker Ganas Oparium.

“Tertanggal 4 Juli 2019 kami membawa ibu Imas ini ke Rumah Sakit Palabuhanratu, dari keterangan dokter spesialis bedah dan penyakit dalam si ibu harus dirujuk kerumah sakit Samsudin,SH Sukabumi untuk mendapatkan perawatan pemeriksaan yang lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara dari Puskesmas melakukan pendampingan rujukan yang didampingi bidan desa yaitu Bidan Rini untuk mengurus rujukan dan mengantarkan ibu Imas ke rumah sakit Samsudin,SH,

‘Ibu Imas ini hanya mau didampingi oleh Bidan Rini, jadi seterusnya bukan sampai disini, ini panjang dan kami akan terus melakukan pemantauan sampai sembuh dan akan terus melakukan pendampingan karena ini adala tanggung jawab kita bersama Muspika Kabupaten Sukabumi,” sambung Irwan.

Hari ini, lanjutnya, akan memastikan pemeriksaan yaitu Marker, “Jadi kita akan membawanya ke Poli Bedah untuk pemeriksaan lebih lanjut, setelah itu nanti akan di rujuk ke Poli Patologi Klinik untuk memastikan apakah ini benar Suspek Kannker gGnas Oparium,” ucapnya lagi.

Untuk pengobatannya seperti apa tambah Iwan, pihaknya akan terus membantu secara berkelanjutan, “Ibu Imas ini dari keluarga tidak mampu dan ini sudah menjadi tanggung jawab kami karena ada di wilayah kerja Puskesmas Palabuhanratu,” tegasnya Irwan.

(10)