Direktur PDAM Jeneponto Pertanyakan Dana Tanggap Darurat Yang Tak Kunjung Turun

Pewarta : Awing

Koran SINAR PAGI, Kab.Jeneponto,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab.Jeneponto tengah jadi bahan perbincangan hangat dikalangan pimpinan dan karyawan PDAM Kab.Jeneponto, pasalnya, bantuan dana tanggap darurat yang dijanjikan BPBD untuk perbaikan fasilitas PDAM yang rusak akibat bencana banjir yang merendam 6 (enam) kecamatan pada 22 Januari 2019 lalu, hingga kini tak juga kunjung turun.

Padahal, kata Junaedi,SE, Direktur Utama PDAM Jeneponto, dana sebesar Rp.450 juta yang dijanjikan BPBD tersebut sangat dibutuhkan untuk memperbaiki fasilitas PDAM yang rusak, agar pelayanan kepada masyarakat kembali normal.

“Dana bantuan dari BPBD untuk PDAM sampai saat ini belum juga turun, padahal dana bantuan serupa untuk Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Dinas PU sudah cair,” ujarnya, kepada koransinarpagijuara.com saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (03/07/19).

Saat tim koransinarpagijuara.com berusaha menemui Kepala Dinas BPBD Kab.Jeneponto, untuk meminta tanggapan terkait hal ini, yang bersangkutan sedang tidak berada ditempat.

Namun menurut Sekertaris Dinas BPBD Jeneponto, Nur Sila, saat ditemui diruang kerjanya, itu hanya miskomunikasi saja.

“Dananya ada di Bagian Keuangan Daerah, dan tidak ada yang berani membelanjakannya, namun mása berlaku pencairan dana tanggap darurat tersebut sudah selesai, karena hanya berjangka waktu 14 hari,” ucapnya.

Jadi, lanjutnya, pihak PDAM harus mengajukan kembali permohonan bantuan, tapi namanya bukan lagi dana tanggap darurat, melainkan permohonan dana pemulihan yang besarannya disesuaikan dengan kebutuhan belanja PDAM, dan pihak BPBD akan melanjutkan ke Propinsi, tambah Nur Sila.

“Seharusnya Dirut PDAM datang ke kantor untuk konsultasi, dan bisa ketemu langsung dengan pelaksananya, Pak Anwaruddin, sehingga permasalahannya menjadi jelas,” kata Nur Sila lagi.

(56)