Ustadz Ruslan Hafidzahullah Ajarkan Do’a Nabi Diwaktu Subuh

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Dwi Arifin S.Pd

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Kajian islam yang rutin dilaksanakan dengan tema tauhid, fiqih, ahlak dan tazkiyatun nufus bersama majelis syubbaanul uluum dengan narasumber Ustadz Ruslan Gunawan hafidzahullah berlangsung dibeberapa tempat diantarnya Masjid Syubbaanul Uluum Jl- TKI 3 Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Marga Asih dan Masjid Mujahidin Jl- terusan Gandasari Katapang Kabupaten Bandung.

Pada kajian malam jum’at yang lalu di Masjid Mujahidin seputar pengenalan terhadap hati, perbaikan dengan pembersihan hati Ustadz Ruslan Gunawan menyampaikan pesan pentingnya mengevaluasi amal ibadah hingga memohon agar amal diterima oleh Alloh SWT. Hal ini merupakan jalan yang ditempuh oleh para nabi dalam mencapai ketakwaan.

Awal dakwahnya Ustadz Ruslan mengungkapkan pada dasarnya hati setiap manusia ada digegaman Alloh. Hati yang sifatnya mudah berbolak-balik hingga mudah terkotori oleh noda hitam karena dosa yang manusia perbuat. Bahkan seorang sahabat pernah menyatakan persolaan yang paling berat bukan soal urusan penyakit jasad, tapi persoalan hati. Maka menjadi keharusan bagi para pencari ilmu untuk senantiasa berdo’a agar hatinya diberi petunjuk oleh Alloh.

Nabi Muhammad Rosululloh S.A.W  mengajarkan umatnya agar berdo’a. Ada sebuah doa yang biasa dilafalkan Rasulullah setelah sholat subuh. “Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalan mutaqobbalaan”

Artinya: “Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima.”

Berdoa merupakan identitas seorang muslim dan menjadi bermanfaat diantara cita-citanya. Maka bersemangatlah pada sesuatu yang bermanaaf, Syekh Abdul Rojak menyakini tiada jalan untuk meraih kebaikan atau sesuatu yang bermanfaat melainkan dengan pertolongan Alloh.

Menurut Ustadz Ruslan menutut ilmu agama seperti istiqomah menghadiri kajian ini merupakan kewajiaban bagi setiap manusia. Karena dengan ilmu ini kita memiliki modal beramal untuk bekal menuju Ahirat.

Selanjutnya Ustadz Ruslan membahas isi pada do’a yang rutin dibacakan Nabi itu memiliki makna agar kita mengevaluasi tentang amal ibadah kita. Diterima atau tidaknya sebuah amal adalah sesuatu yang mahal. Bahkan nabi Ibrahim AS yang memiliki gelar kekasih Alloh. Setelah beramal membangun kabah, beliau langsung berdo’a agar amalnya diterima Alloh. Manusia baru bergelar S.Pd atau Profesor, ini siapa dan gelar apa dihadapan Alloh dengan sombongnya sering tidak merendahkan hati dan berdo’a agar amal diterima?

Merupakan persoalan besar tentang amal yang diterima Alloh. Dalam sejarah diceritakan banyak orang-orang yang beramal seolah-olah calon penghuni Surga, padahal dia calon penghuni Neraka (karena amalnya rusak oleh amal yang tanpa ilmu, sifat bangga atau amalnya ingin dilihat manusia bukan ditujukan sebagai ketaatan kepada Alloh)

Menurut Imam Al-Ghazali, riya’ adalah mencari kedudukan pada hati manusia dengan memperlihatkan kepada mereka hal-hal kebaikan. Sehingga banyak orang membanggakan amalnya atau membandingkan amalnya dengan orang lain dan merasa diri lebih baik. Misalnya setelah ibadah, lalu menilai orang lain dalam hati terbesit tentang orang di sekitar. Mereka sibuk mencari apa ya? sampai-sampai meninggalkan sholat isya berjam’ah. Lalu timbullah dalam hati ini merasa bangga dan lebih baik dari orang lain. Hal ini bisa menjadi perusak amal, kecuali kalau membandingkan amal kita dengan sahabat nabi, lalu timbul kesadaran untuk meneladaninya ini bisa menjadi jalan keselamatan dan diterimanya amal.

Dipertengahan cemahanya Ustadz Ruslan melontarkan pertanyaan kepada pencari ilmu yang ada dihadapanya tentang ayat yang pernah dibahas perihal sikap seorang muslim setelah beramal? Ayat yang dimaksud ialah Surat Al-Mu’minun Ayat 60 “Wallażīna yu`tụna mā ātaw wa qulụbuhum wajilatun annahum ilā rabbihim rāji’ụn”

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.

Dalam terjemahan tafsir bahasa, isi kandungannya ialah orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berbuat amal-amal shalih dan kebajikan, sedang hati mereka takut lantaran khawatir tidak diterima amal perbuatan mereka dan tidak dapat menyelamatkan mereka dari siksaan Tuhan mereka, bila mereka kembali kepadaNya untuk menghadapi perhitungan amal

Ustadz Ruslan menganalogikan kalau beramal dengan tangan kanan, jangan tangan kiri mengetahuinya. “Para sahabat nabi itu sangat merahasiakan dan berupaya menyembunyikan jejak amalnya agar tidak diketahui orang lain”

Dalam ahir dakwahnya, ustadz Ruslan mengarahkan agar pencari ilmu senantiasa mengevaluasi setiap proses amal ibadahnya. Mulai dari sebelum beramal, saat beramal dan setelah beramal. Dalam beramal juga harus memprioritaskan diterima Alloh dan tidak menyinggung mahluknya yang dapat memecah persatuan dalam bermasyarakat.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90