Puluhan Jurnalis Kuningan Bergabung Di FK Media Masa Bersama Birokrat PNS, TNI dan Polri

Pewarta : Maman K

Koran SINAR PAGI, Kuningan,- Sejumlah wartawan yang kerap melakukan aktifitas peliputan di wilayah Kabuaten Kuningan, Jum’at (28/06), hari itu berkumpul makan minum bersama, dalam acara Halal Bihalal lintas media lintas generasi yang mengundang unsur pimpinan kabupaten untuk bersama sama mengurai persoalan Sinargitas antara lembaga pemeintahan dengan tufoksi lembaga Pers.

Pemerintah kerap merasa terganggu dengan eksistensi liputan media, baik media cetak elektronik dan online yang ada di Kabupaten Kuningan, yang seolah mempengaruhi, padahal bila sama sama berpikir dan cara berikirnya menggunakan logika. Berarti Media ini merupakan bentuk penghubung antara pemerintah dan cara orang memandang pemerintah dari informasi yang di suguhkan oleh wartawan dalam karyanya.

Namun memang aspek negatifnya adalah tren media hingga menjadi bahan perhatian publik, sementara untuk subyek yang kurang subtantif seperti peristiwa peristiwa di kalangan birokratnya, kesalahan dan kejadian negatif lainnya, namun hal hal seprti inilah yang kerap terjadi seolah tidak terima dengan kritikan kritikan media.

Oleh sebab itulah para pewarta spontan menciptakan satu acara yang berorientasi kepada penegasan sinergi antara lembaga pers dengan lembaga pemerintah Kabupaten Kuningan dalam interaksinya.

Dalam acara HBH lintas media lintas generasi itu di hadiri para tamu undangan antara lain, Kabag Humas Setda pemkab Kuningan DR. Wahyu Hidayah mewakili bupati, Binmas Polres Kuningan Ipda Deden mewakili Kapolres, dan Kaf. Arm Hambali mewakili Dandim Kodim O615 Kuningan, serta H Edi Suadi mewakili Kemenag Kabupaten Kuningan, juga Ketua PWI Kabupaten Kuningan Iyan Irwandi S.I.P
Diantara para pewarta mempertanyakan kreteria nilai berita kepada Kabag Humas. “setiap peristiwa/pemberitaan yang kami tulis baik berita negatif ataupun positif, anehnya, kalau kami menulis berita positif, tdak ada komentar sama sekali, tapi ketika kami menulis berita negatif, tersinggung, katanya tidak alergi dengan kritikan,” tanya beberapa jurnalis.

Ada kriterianya dalam menentukan kemasan berita, “berita berita yang seimbang, berita berita hasil investigasi dan konfirmasi itu akan menghasilksn berita yang bagus yang dapat di pertanggung jawabkan,” jelas Kabag Humas.

Hal yang sama kritikan positif negatif di alamatkan kepada Polres, yang tak luput dari petikan pengalamannya, dari dialog terbuka kala itu, menghasilkan porsi positif dan jalinan interaksi antara mass media denga pemkab Kuningan kembali menyatu.

(29)