Bupati Ogan Ilir Buka Kegiatan Lokakarya Wawasan Kebangsaan

Pewarta: Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Bupati OI HM.Ilyas Panji Alam, membuka kegiatan Lokakarya Wawasan Kebangsaan yang turut dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai instansi dan organisasi kemasyarakat se-Kabupaten Ogan Ilir dilaksanakan di Gedung Serbaguna Komplek Perkantoran Terpadu Pemkab Ogan Ilir Tanjung Senai Indralaya, Kamis (27/06/19).

Kegiatan ini dihadiri Bupati OI, Sekda OI H.Herman, Dandim 0402 OKI-OI, Letkol Inf Riyandi, perwakilan Kapolres OI, Perwakikan Kajari dan Kepala Badan Kesbangpol OI, Wilson Effendi, dinas instansi, guru – guru, petugas dinas UPTD Kesehatan, mahasiswa serta organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutannya Bupati OI menyampaikan, diera globalisasi dewasa ini, bangsa kita dihadapkan tantangan internal maupun global, dinamika perubahan sosial politik yang berkembang sangat cepat berpotensi untuk ditunggangi isu-isu yang dapat mempengaruhi nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa.

Hal tersebut, lanjutnya, berpotensi memicu dan memacu terjadinya dis-integrasi bangsa yang bermula antara lain adanya isu yang tidak benar, konflik keluarga yang terbawa keluar, perbedaan adat istiadat, pemahaman agama yang tidak tepat dan kecemburuan sosial, ujar Bupati OI.

Tantangan dan ancaman dis-integrasi bangsa yang dihadapi dewasa ini harus dapat diantisipasi dengan baik dan sudah barang tentu membutuhkan wawasan kebangsaan yang berdasarkan Pancasila.

“Dengan adanya lokakarya wawasan kebangsaan ini saya berharap seluruh peserta dapat memahami empat pilar bangsa yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan bisa megamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sementara selaku pengisi acara Lokakarya Wawasan Kebangsaan dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila, Letkol Inf Riyandi Komandan Kodim 0402 OKI-OI, adalah bertujuan Untuk meningkatkan jiwa kebangsaan, dalam pandangan 4 (empat) pilar kebangsaan dan untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancila.

“Kita harus memahami apa yang terkandung dalam isi Pancasila, ketuhanan yang maha Esa, kemanusian yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh indonesia” ujarnya.

(33)