Murid Kober “An-Nur” Tetap Semangat Menimba ilmu Di Pos Yandu, Walaupun Hanya Beralas Tikar

Pewarta : Lina

Koran SINAR PAGI, Kab.Bandung Barat,- Salah satu aspek yang seharusnya mendapat perhatian utama oleh setiap pengelola pendidikan adalah soal fasilitas pendidikan. Sarana pendidikan umumnya mencakup semua fasilitas yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, seperti : Gedung, ruangan belajar atau kelas, alat-alat atau media pendidikan, meja, kursi, dan sebagainya.

Sedangkan yang dimaksud dengan fasilitas/prasarana adalah yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan, seperti : halaman, kebun atau taman sekolah, maupun jalan menuju ke sekolah.

Fasilitas pendidikan pada dasarnya dapat dikelompokan dalam empat kelompok yaitu tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah (site, building, equipment, and furniture), agar semua fasilitas tersebut memberikan kontribusi yang berarti pada jalannya proses pendidikan.

Mengingat pentingnya sarana prasarana dalam kegiatan pembelajaran, maka peserta didik, guru dan sekolah akan terkait secara langsung. Peserta didik akan lebih terbantu dengan dukungan sarana prasarana pembelajaran. Tidak semua peserta didik mempunyai tingkat kecerdasan yang bagus sehingga penggunaan sarana prasarana pembelajaran akan membantu peserta didik, khususnya yang memiliki kelemahan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Bagi guru akan terbantu dengan dukungan fasilitas sarana prasarana. Kegiatan pembelajaran juga akan lebih variatif, menarik dan bermakna. Sekolah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap pengelolaan seluruh kegiatan yang diselenggarakan selain menyediakan, sekolah juga menjaga dan memelihara sarana prasarana yang telah dimiliki.

Kekurangan Fasilitas penunjang belajar mengajar dialami oleh Kelompok Bermain (Kober) An-Nur yang berlokasi di Kp.Lampegan Desa Wargasaluyu Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat yang telah berdiri sejak tahun 2006 dan setahun kemudian pada tahun 2008 Kober An-Nur mulai melaksanakan aktifitas belajar mengajar anak – anak usia dini ini, hingga hari ini masih menggunkan fasilitas Pos Yandu Mawar yang terletak di Kp.Lampegan RT 001 / Rw 013 Dusun 01 Desa Wargasaluyu, Kecamatan Gununghalu sebagai tempat kegiatan pembelajaran, hal ini disebabkan karena kelompok Bermain dengan nama An – Nur ini belum memiliki fasilitas gedung maupun fasilitas pendukung belajar lainnya.

Menurut Kepala Kober An-Nur, Opah Supiatin, sejak Kober tersebut berdiri pada 10 Mei 2006 tidak ada fasilitas penunjang belajar mengajar, “Bangunan sekolah belum ada, jadi kami memakai Pos Yandu untuk melaksanakan proses pembelajaran sehari – hari,” ujarnya.

Yang dibutuhkan An-Nur saat ini, lanjutnya, bangunan, insentif tutor baru dapat 1 orang, APE luar baru ada 2 perosotan dan jungkitan, meja kursi anak dan guru, dan rak buku.

“BOP sudah dapat 3 tahun, kedepannya rencana pembangunan sekolah Kober An-Nur sudah dianggarkan dalam anggaran desa termin kedua oleh pihak pemerintahan desa,” ungkapnya.

Menurutnya, animo anak usia dini di Desa Lampegan untuk bersekolah sangat tinggi, namun hal itu tidak didukung oleh fasilitas gedung maupun meubeler serta permainan anak-anak sebagai sarana pendukung proses pembelajaran,

“Karena tidak didukung fasilitas, puluhan siswa – siswi Kober An-Nur ini belajar dengan fasilitas seadanya, dengan menggelar tikar tanpa ada meja dan kursi layaknya sebuah sekolah, Kami sebagai Pengelola Kober An-Nur dan orangtua siswa berharap pemerintahan Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pendidikan Bidang PAUDNI dapat memberikan perhatian serius terhadap fasilitas Kober An-Nur, untuk memenuhi salah satu pilar pembangunan kabupaten Bandung Barat di Kecamatan Gununghalu,” tuturnya.

Namun kondisi ini tidak lantas menyurutkan orangtua untuk menyekolahkan anaknya, dengan berbekal semangat dan mimpi untuk meraih masa depan yang lebih cerah, anak-anak tetap bersekolah menimba ilmu.

“Kami mau bersekolah, kami semua mau pandai, disinilah kami sekolah, belajar menulis dan membaca dari bapak ibu guru kami yang baik,” tutur Septian Herdiansyah salah seorang siswa Kober An-Nur saat berbincang beberapa waktu lalu setelah diwisuda dalam sebuah acara perpisahan siswa – siswi Kober An-Nur tahun ajaran 2018 – 2019 beberapa hari yang lalu.

(20)