Tolak Kekerasan, Warga Sumedang Deklarasikan Anti Kerusuhan

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Deklarasi menolak kekerasan bergema di depan Alun – alun Sumedang, ribuan warga Sumedang dari berbagai elemen masyarakat mengikuti peryataan deklarasi anti kerusuhan menjelang dilakukanya olah raga senam pagi bersama, Minggu (23/6/19).

Deklarasi dibacakan langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir diatas panggung diikuti oleh Forkopimda dan para tokoh agama dan ormas serta ribuan warga yang hadir,

“Kami warga masyarakat Kabupaten Sumedang, menyatakan :
– Menolak segala bentuk aksi provokasi, berita bohong, dan ujaran kebencian.
– Menolak bentuk aksi kerusuhan yang dapat memecah belah keutuhan bangsa.
Saling mengharbai dan hormat – menghormati, dalam bingkai kebhinekaan demi terwujud nya Indonesia damai”, ujar Dony Ahmad Munir diikuti warga yang hadir, Minggu, (23/6/19).

Sebelumnya Dony berpesan agar warga Sumedang bisa menjaga kerukunan warga, jangan mudah terprovokasi oleh berita bohong yang bisa menggagnggu kerukunan dan kenyamanan di masyarakat,

“Warga Sumedang mesti tetap bersatu walaupun kemarin sempat melalui masa pilihan berbeda di Pemllu tahun 2019 dan kini sedang menunggu hasil sidang MK, apapun hasil nya kita harus menerima “, ujar Dony di panggung acara.

Sementara itu Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo pun mengingatkan warga Sumedang tetap kondusif dan menjaga keamanan menjelang keputusan sidang MK terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

“Apapun hasil keputusan MK nanti yang akan diputuskan paling lambat pada tanggal 28 juni nanti, kita tetap harus menghormati bersama dan terima bersama”, ucap Hartoyo.

Dikatanya lagi, kerusuhan bukan merupkan solusi karena akan menimbulkan susana baru yang bisa mengganggu keamanan dan stabilitas nasional.

“Kerusuhan bukan solusi kita harus tetap aman dan kondusif apapun hasil keputusan sidang MK kita harus menghormatinya dan menerimanya”, tandasnya.

(19)