Komisi A DPRD Wonosobo Kunjungan Kerja ke DPRD OI

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Tujuh orang anggota Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo melakukan kunjungan kerja ke DPRD Ogan Ilir yang diterima langsung Wakil Ketua I DPRD Ogan Ilir, Ahmad Safe’i diruang kerjanya, Rabu (19/06/19).

Menurut ketua rombongan yang juga Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo, Suwondo Yudistiro, DPRD Kabupaten Wonosobo sengaja mengadakan kunker di DPRD Ogan Ilir untuk melihat perspektif tentang pembangunan diluar Jawa, terutama di Ogan Ilir ini yang nota bene merupakan kabupaten pemekaran.

Kunker Komisi A DPRD Kab.Wonosobo ke DPRD Kab.Ogan Ilir

“Kami memendang perlu untuk belajar terkait dengan penataan pemerintahan di kabupaten – kabupaten baru, sebagai bahan perbandingan terutama dengan penentuan prioritas pembangunannya seperti apa, sehingga pembangunan di Kabupaten Wonosoboh bisa ada komfarasi dengan daerah lain dalam pembangunan,” ucapnya.

Dikatakan, dari kunjungan kerja yang dilakuakan, pihaknya mengaku banyak yang mendapatkan informasi, terutama masalah postur APBD, kemudian pendapatan optimalisasi pendapatan asli daerahnya dari sektor pajak dan sebagainya.

“Saya rasa ini penting berkaitan dengan persamaan problem yang dihadapi Kabupaten Wonosoboh dengan Kabupaten Ogan Ilir, terutama berkaitan dengan belum optimalnya pemasukan PAD di sektor pajak jual beli tanah, obyeknya belum optimal untuk memberikan kontribusi terhadap PAD,” katanya.

Sementara Wakil Ketua I DPRD OI, Ahmad Safe’i mengatakan, kunjungan DPRD Kabupaten Wonosoboh ke DPRD adalah untuk persiapan pembahasan APBD Perubahan.

Ia menjelaskan kepada rombongan Komisi A DPRD Wonosoboh bahwa kabupaten Ogan Ilir sedang dalam pembahasan pertanggungjawaban APBD 2018, “Kita belum masuk tahapan kesitu, kalau LKPJ sudah selesai,” ucapnya.

Yang jelas, lanjutnya, LKPJ itu 3 (tiga) bulan wajib pemerintah daerah menyampaikan dengan DPRD untuk dibahas LKPJ, setelah LHP laporan hasil pemeriksaan dari BPK masuk baru dilanjutkan sengan pertanggungjawaban APBD itu keuangan, uungkapnya.

(28)