Panitia PPDB Kota Sukabumi, Dinilai Tidak Konsisten Dengan Aturan Yang Dibuatnya

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Kota Sukabumi,- “Cape Gawe Teu Kapake” (Percuma – red), istilah dalam Bahasa Sunda ini mungkin pas dengan apa yang dialami oleh para orangtua calon peserta didik baru pada PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun 2019 ini.

Pengorbanan dan perjuangan para orangtua murid mengantri hingga berjam – jam untuk melegalisir Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran bahkan KTP orangtua untuk tingkat SMA sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi, ternyata harus berbuah kekecewaan dan kekesalan yang mendalam, terutama bagi para orangtua yang anaknya akan mendaftar ke jenjang SMA.

Pasalnya, hari ini, Selasa (18/06/19) dibeberapa lokasi di kantor Disdukcapil Kota Sukabumi terpampang pemberitahuan yang menyatakan bahwa dokumen keluarga yang harus dilegalisir hanya “Kartu Keluarga” untuk semua tingkatan, padahal proses legalisir ini telah berlangsung sejak beberapa hari lalu.

“Sangat mengecewakan, saya sampai harus meminta izin pulang dari tugas diluar kota kepada atasan hanya untuk melegalisir KTP, demi kelanjutan pendidikan anak,” ucap Yadi (45) salah satu orangtua calon Peserta Didik Baru kepada koransinarpagijuara.com, Selasa (18/06/19), namun ternyata lanjutnya, pengorbanannya tersebut terasa menjadi tak berarti.

Padahal sebelumnya, dia mengaku sudah mengirimkan foto KTP, namun menurut sang kakak yang mengurus segala keperluan sekolah anaknya tersebut, ditolak oleh petugas Disdukcapil Kota Sukabumi yang menginginkan bentuk fisik dari KTP yang bersangkutan.

“Di KTP kan ada NIK, kalau memang diragukan, tinggal dientry ke sistem, data pemegang KTP akan tertera disitu, apalagi ini kan KTP nasional,” ucapnya kesal.

Seharusnya pemerintah tidak membuat susah warganya dengan segala kebijakan yang membingungkan, “Kalau sudah begini terus terang saya sangat kecewa, segala urusan dibikin ribet, pengorbanan saya meninggalkan tugas penting terasa jadi tidak ada artinya, tolong dievaluasi lagi lah….,” pungkasnya.

Keluhan serupa sempat dilontarkan seorang ibu yang tengah mengantri pada hari sebelumnya, dia mempertanyakan keterkaitan data antara yang ada di KTP dan KK, “Heran saya, katanya KTP elektronik ni canggih data pemegang terekam semua disana,” ucapnya kepada petugas.

(14)