Hendra DS Apresiasi Gubsu Pikirkan Banjir di Medan

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Anggota Komisi IV DPRD Medan, Hendra DS menyayangkan, fungsi kanal yang dibangun sekira tahun 2008 silam di Kawasan Medan Johor, ternyata kurang berfungsi.

“Sangat disayangkan, kanal yang dibangun dengan dana ratusan miliar, malah jadi proyek sia-sia. Padahal dibangun untuk mencegah banjir di Kota Medan. Tapi ternyata, air tergenang tidak mengalir di kanal. Kita jadi tak mengerti, bagaimana studi banding mereka dulunya,” kata Hendra DS kepada wartawan di Medan.

Untuk diketahui, proyek kanal merupakan proyek besar yang dananya pinjaman dari Japan Bank for International Corporation (JBIC) senilai Rp.240 miliar. Dibangunnya kanal itu bertujuan untuk mengurangi banjir yang kerap melanda Kota Medan.

Sayangnya, setiap kali turun hujan dengan intensitas tinggi, warga Kota Medan tetap saja menjadi korban banjir akibat meluapnya beberapa aliran sungai. Seperti Sungai Deli, Babura, dan lainnya.

Menyoal keterlibatan Gubsu yang ikut andil mengatasi banjir di Kota Medan, politisi Hanura ini mengapresiasi langkah Gubsu Edy Rahmayadi yang mengerahkan tim untuk pengorekan sungai-sungai.

“Ini semua menjadi tanggungjawab kita bersama. Kita apresiasi Pak Edy yang turut memberi perhatian atas banjir di Kota Medan. Intinya, banjir di Medan ini sudah penyakit kronis yang sulit disembuhkan. Banyak hal yang harus dilakukan, pengobatannya tidak bisa bertahap tapi harus dilakukan menyeluruh,” ujar Hendra.

Intinya, sambung Hendra, tidak bisa drainase itu hanya dikorek saja, dicari permasalahannya, kemana pembuangannya, “Untuk di kawasan Denai itu, pembuangannya kan ke Sungai Amplas. Tapi Sungai Amplas mungkin sudah tak mampu menampung air, sehingga meluap. Berarti sungai Amplas itu harus diperdalam lagi agar mampu menampung pembuangan air,” ujarnya.

Hendra menambahkan, persoalan banjir juga disebabkan prilaku masyarakat yang suka buang sampah sembarangan, bahkan sampah dibuang ke saluran drainase sehingga tumpah.

“Perilaku masyarakat juga harus dirubah jangan sembarangan buang sampah dan pemerintah harus menegakkan perda sampah yang tidak berjalan, artinya pemerintah kota harus konsisten menjalankan Perda, jangan cuma jadi hiasan belaka,” ujarnya.

Kalau Perda itu berjalan, lanjutnya, bisa mengurangi 70 persen masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Sebab di perda kan sudah ada sanksi hukuman penjara bagi yang sembarangan membuang sampah, katanya seraya meminta Pemko Medan segera bertindak menangani persoalan banjir.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90