Uniga Gelar Seminar Berbagi Cerita Bersama Kopi Garut

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Universitas Garut (Uniga) menggelar seminar Berbagi Cerita Bersama Kopi Garut yang diselenggarakan di aula Fakultas Ekonomi Uniga, Jumat (03/05/19). Kegiatan ini berbicang kisah inspiratif petani dan pengusaha kopi Pelag.

Kopi pelag yang diesiensi Indonesian Power ini berawal dari program KKN Uniga yang menemukan suatu pemberdayaan kopi, hingga ada rencana dari pihak Uniga untuk melakukan seminar budaya kopi.

Karena adanya pemberdayaan masyarakat serta support dari perusahaan, sehingga ini menjadi daya tarik untuk melakukan suatu seminar.

Rektor Uniga, Dr.Ir.H.Abdusy Syakur Amin,M.eng mengatakan, kopi diharapkan di jual bukan hanya bijinya, tetapi sudah melalui proses pengolahan, sehingga barang yang akan di jual merupakan barang yang siap jadi, maka akan ada nilai tambah.

Menurutnya, minum kopi merupakan budaya, “Pada saat jam kantor, masyarakat tidak membawa makan dan setelah istirahat selalu mengosumsi kopi, yang kita kenal dengan namanya cofffebreak,” ucapnya.

Diungkapkan, kopi pelag merupakan jenis kopi arabika tetapi varietasnya langka, artinya tidak ada dalam varietas yang ada saat ini, sekarang ini sedang diteliti oleh badan peneliti yang saat ini belum keluar jenis varietasnya.

Sementara Kepala Desa Sukalilah Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut, Asep Haris, mengatakan kopi pelag telah memprroduksi sekitar 25 ton per tahun dan tidak merupakan hamparan perkebunan dengan terbatasnya tanah di desa.

“Sudah mayoritas dengan monografi desa sukalilah yang yang luasnya kurang lebih 260 hektar dan populasi penduduk desa sukalilah kurang lebih 150 kartu keluarga dengan luasan tersebut idealnya Desa Sukalilah harus tertanam minimal Rp.150-200 ribu pohon yang menghabiskan lahan sekitar 130 hektar,” ungkapnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90