Pembangunan Gardu PLN Di Cikole Sumedang Ditolak Warga

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Sejumlah warga di seputar pembangunan Garduk Induk (GI) PLN seluas 2,3 ha berkapasitas 150 KV yang berlokasi di kebun Pasir Tangkil Dusun Cibunut RT 4, RW 4, Desa Cikole Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang Jawa Barat, menolak pembangunan Gardu tersebut, yang prosesnya, sudah ke tahap pematangan lahan.

Pasalnya pembagunan itu seperti dikatakan seorang warga Desa Cikole Anwar Hidayat 34) yang rumahnya kurang 50 meter dari GI, mengatakan, dari awal pembangunanya memang sudah tak disetujui warga.

Erdiansyah dari PLN UPPJJBT 1 Jln.Ciliwung No.5 Bandung saat sosialisasi Pembanguman GI PLN yang berujung penolakan wargap

Menurutnya penolakan itu berlatar akan terganggunya sumber mata air Cibunut, juga berdampak buruk terhadap kesehatan warga diseputar GI,

“Pembangunan Gardu Induk itu kan di atas lahan mata air Cibunut yang dipakai oleh 4 warga desa diantaranya, warga Desa Cikole, Desa Jatihurip, Desa Bojongjati dan Desa Trunamanggala, oleh karenanya pasti akan mengganggu sumber mata air tersebut”, ucap nya kepada koransinarpagijuara.com saat ada sosialisasi dari PLN di Kantor Kecamatan Cimalaka Kamis, (20/12/18).

Selanjutnya dikatakannya lagi jika dampak vital lainya yaitu terhadap kesehatan warga di seputar Gardu.

“Saya baca di google dampak (buruk -red) lainya yaitu terhadap kesehatan warga, yang berada di seputar GI, di google, diterangkan, bahaya nya bisa terancam penyakit kanker otak”, tukas Anwar.

Oleh karena itu, ucap nya lagi, dari awal warga menolaknya pembanguan Gardu Induk itu.

“Tapi saya heran, kok pembanguan ini terus berlanjut yang tanpa persetujuan warga sekitar”, ujar Anwar.

Anwar pun mengutarakan, jika proses itu, ditenggarai, ada tahapan prosedur yang dilanggar.

Awal nya, ada sosialisasi yang yang dihadiri cuma sembilan orang warga untuk membahas pembangunan Gardu Induk ini, ungkap nya.

“Dan ke sembilan warga itu merupakan warga yang berjauhan dari lokasi Gardu Induk, bukan warga yang berdekatan”, terangnya.

Ketua BPD Desa Cikole Yana, saat ditanya koransinarpagijuara.com dilokasi mengutarakan, ia menilai itu terjadi akibat adanya mis komunikasi antara pihak konsultan yang ditunjuk PLN dengan warga, sehingga muncul permasalahan ini,

“Saya kira ini akibat kurang koordinasi antara warga dan pihak konsultan dari PLN hingga muncul penolakan ini”, ucapnya.

Dari pihak PLN melalui Manager Pembangunan PLN UPPJJBT, Erdiansyah saat ditanya wartawan mengakui jika pihak nya akan melakukan pendekatan lagi ke masayarakat, pasalnya penolakan serupa pernah terjadi di daerah lain.

“Penolakan seperti ini pernah terjadi saat pembangunan GI di wilayah Rancaekek, bahkan disana penolakanny lebih besar lagi karena pembangunannya seluas 13 ha, lebih besar dari ini (GI Cikole – red), tapi akhirnya terlaksana juga dan ada beberapa warga yang akhirnya dilibatkan di pembangunan itu”, ujarnya.

Tetapi ia pun mengakui, jika pihak nya baru mengetahui penolakan ini beberapa hari menjelang dilakukannya sosialisasi, akunya, pihak PLN sebelumnya tidak tahu akan ada aksi masyarakat yang menolak.

“Kami (pihak PLN -red) sebelumnya tidak tahu akan penolakan ini, kami baru tahu beberapa hari ini menjelang diadakanya sosialisasi ini, bagi saya ini akan dikoordinasikan ke atasan saya juga akan dikordinasika lagi ke pihak pemerintahan setempat”, ujarnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90