Presiden Joko Widodo Sosialisi DD Kepada Ribuan Kepala Desa di Palembang

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Palembang,- Bertempat di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) saat menghadiri acara Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019, Minggu (25/11/18), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berdialog langsung dengan ribuan kepala desa se Propinsi Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Srijabo Kecamatan Sungai Pinang, Herian menyampaikan rumitnya cara pelaporan Dana Desa ke Presiden, yang kemudian direspon dengan baik oleh Jokowi yang berjanji akan menyederhanakan laporan dana desa (spj), termasuk SPJ dinas instansi didaerah juga.

Presiden Joko Widodo juga menyampaikan dalam Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Thn 2019 bertempat di PSCC.

Pembangunan yang ada di Desa selama ini terjaga karena orientasinya, “Pembangunan dimulai dari desa, karena itu anggaran diluncurkan dari pemerintah pusat untuk membantu perputaran uang di desa, jangan kembali ke pusat ” ujarnya.

Diungkapkan, Dana Desa yang digelontorkan dari pusat tahun 2015 sebesar Rp.20,7 Triliun, Tahun 2016 Rp.47 Triliun, Tahun 2017 Rp.60 Triliun, Tahun 2018 Rp.60 Triliun dan pada Tahun 2019 sebesar Rp.73 Triliun, ungkapnya.

Jokowi berpesan agar kepala desa tidak takut dalam penggunaan Dana Desa, menurutnya, banyaknya Kades yang tersandung kasus korupsi, karena kurang pengetahuan dalam perencanaan tidak sesuai dengan pelaksanaan dan realisasinya,

“Kepala desa jangan takut bila terbentur dengan masalah,karena ada Kabid di PMD dan ada Bupati yang akan membantu di daerah tersebut ” ujarnya.

Pada kesempatan itu Presiden mengulangi kembali niatnya untuk mengirim pendamping dan aparatur desa ke luar negeri untuk dapat belajar dan melihat negara lain yang lebih maju.

Presiden juga telah meminta Menteri PUPR dan Meneg BUMN untuk menggunakan karet rakyat sebagau bahan baku aspal, sehingga dapat meningkatkan harga karet.

Sedangkan untuk Kelapa Sawit, Presiden berharap dengan program B-20 yang akan menyerap 5 juta KL biodiesel akan meningkatkan harga kelapa sawit rakyat.

(63)