Warga Desa Keresek Gunakan Air Kotor Untuk MCK

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Garut,- Seolah sudah menjadi tradisi, ketika musim kemarau tiba warga Desa Keresek Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut Jawa Barat, selalu mengalami kekeringan, mereka kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Tidak ada akar rotanpun jadi begitulah peribahasa yang tepat dengan yang dilakukan masyarakat desa ini, karena sulit mendapatkan air bersih, warga akhirnya memanfaatkan air tak layak pakai (kotor) di Cipacing, Kampung Panyingkiran Rw 02 Desa Keresek untuk kegiatan mandi, mencuci dan kakus.

Neni Sumarni (37) Salahsatu warga desa Keresek mengatakan, sudah menjadi rutinitas bagi warga RW 02 menggunakan air kali Cipacing untuk kegiatan mandi, cuci buang air besar.

Padahal dilihat selintas saja air sungai tersebut tidak layak digunakan MCK warga, warna air kali Cipacing sudah berubah warna menjadi kehijauan, akibat tercemari limbah kotoran dari pembuangan warga dari hulu hingga hilir.

“Karena sumur kami kering, maka warga terpaksa menggunakan air sungai ini, walaupun airnya kotor karena digunakan juga oleh warga lainnya beberapa tempat untuk kebutuhan yang sama, khususnya di kampung Panyingkiran,” tandasnya, Minggu (21/10/18).

Diakuinya, Pemerintah Kabupaten Garut, hingga saat ini belum melakukan upaya untuk penanganan masalah kekeringan tersebut, padahal bila dibangunkan sumur bor, kata Neni lagi, warga tidak akan mengunakan air kotor yang ada di kali Cipacing.

Hal senada dikatakan Edi, Ketua RW 12. Dia berharap Pemkab.Garut peduli terhadap masalah yang tengah dihadapi warga, “Paling tidak untuk sementara kirimlah warga air bersih untuk dikonsumsi,” katanya.

Dari pantauan Koran Sinar Pagi, di aliran Sungai Cipacing terlihat limbah rumahan yang dibuang warga sekitar itu. Biasanya warga membuang sampah rumah tangganya pada pagi dan sore hari.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90