Pembangunan Pagar SMPN 5 Turatea Menuai Sorotan Masyarakat

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Rahman/Syam

Koran SINAR PAGI, Jeneponto,- Pembangunan pagar SMPN 5 Turatea Kabupaten Jeneponto yang menelan dana Rp.95 Juta menuai protes dari Kepala SMP N 5, Agus Munte, Ketua Komite dan LSM serta Wartawan Sepernas Jeneponto, Rabu (17/10/18), usai melakukan peninjauan pembangunan pagar bersama Kasi Sarana Dan Prasarana Disdikbud Jeneponto, konsultan dan anggota Polres Jeneponto.

Kepala SMPN 5 Turatea menjelaskan, pagar ini dibangun tanpa ada papan nama proyek dan gambar serta tidak ada koordinasi antara pihak ketiga (kontraktor) dan kepala sekolah selaku penerima manfaat.

Pembangunan pagar SMPN 5 Turatea menuai sorotan warga

Agus menilai pondasi pagar ini sangat buruk pengerjaanya karena baru disentuh apalagi kalau diinjak, adukannya langsung berhamburan.

PPTK Bahri BJ Kr.Denta bersama Konsultan Pengawas Iwan yang turut meninjau lokasi mengatakan, kondisi pondasi yang berhamburan karena pasirnya jelek, setelah diplester luar dalam baru campuran akan bersatu dan kuat, selain itu pagar ini juga tidak ada beben sehingga tidak kuat.

Disamping itu, disekitar pondasi masih terdapat puluhan akar kayu karena pihak kontraktor Hamzah Rapi hanya memotong bagian atasnya saja, “Tidak bisa tidak akar itu harus diangkat hingga bersih, karena akan berpengaruh terhadap kekuatan pagar tersebut nantinya,” kata dia.

PPTK Disdikbud Jeneponto Kr.Denta berjanji akan membuatkan berita acara dan mengancam tidak akan menandatangani pencairan dananya kalau akar pohon itu tidak dibersihkan.

Konsultan pengawas Iwan mengungkapkan, ada puluhan pekerjaan Hamzah Rapi yang Ketua LSM gerak Turatea ini yang memenuhi standar kelayakan bangunan, “Semuanya berantakan,” katanya.

Ketua Sepernas Jeneponto M.Arief K mengatakan kepada awak media ini, sebaiknya Pemkab Jeneponto tidak lagi memberikan proyek kepada Hamzah Rapi karena semua pekerjaanya berantakan.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90