Galang Dukungan, Elin Suharliah, Terapkan Strategi Pendekatan Langsung Kepada Konstituen Di Dapilnya

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Lina

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Bandung Barat,- Bagi Elin Suharliah, dukungan dan support keluarga memiliki peran yang tidak kecil dalam menapaki kesuksesan yang telah diraihnya selama ini, keluarga menjadi motivasi besar untuknya dalam meniti karier.

Dibesarkan dalam lingkungan keluarga seorang Pegawai Negeri Sipil yang mana ayahnya adalah seorang mantan Asisten Daerah Bidang Pemerintahan di Kabupaten Sumedang mendorong Elin untuk mengikuti jejak sang ayah berkarier di pemerintahan, terlebih suami Elin adalah mantan orang nomer satu di KBB, dia tak lain adalah H Abubakar, Mantan Bupati Bandung Barat.

Dra.Hj.Elin Suharliah,M.Si adalah sosok wanita di balik kesuksesan sang suami yang begitu setia mendampinginya dalam suka dan duka selama kurang lebih 40 tahun mengarungi bahtera rumah tangga.

Sosok Wanita Hebat di Jawa Barat

Elin Suharliah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 1977, setelah sebelumnya mengenyam pendidikan di APDN Bandung. Karirnya dimulai dari bawah, yaitu bekerja sebagai karyawan staf Kantor Bangdes Pemerintah Kotamadya Bandung. Setelah itu beliau mendapatkan jabatan pertamanya sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha di kantor tersebut. Kemudian Elin dipindahkan ke Lembang untuk mengisi jabatan sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan di Kantor Pembantu Bupati Wilayah Lembang, Kabupaten Bandung.

Dari sini Elin dimutasi ke Soreang untuk menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha di Kantor Pembantu Bupati Wilayah Soreang, Kabupaten Bandung. Berkat kerja kerasnya, karir Elin kian melejit. Dia kemudian dipercaya menjadi camat di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Bandung.

Setelah sukses menjadi camat, karirnya dilanjutkan ke Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bandung dengan menjabat sebagai Kepala Bagian Organisasi. Selanjutnya wanita yang mempunyai motto hidup “tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah” ini dipercaya menjadi Kepala Kantor Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kabupaten Bandung. Sebelum pensiun, beliau sempat menjabat sebagai Kepala Kantor Arsip Daerah Kabupaten Bandung.

Bunda Literasi

Pensiun sebagai abdi negara tak membuat Elin Suharliah berleha-leha, aktivitasnya justru semakin banyak. Apalagi, ketika ia menjadi istri bupati selama dua periode. Sebagai istri orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat, Elin Suharliah memiliki tugas-tugas sosial dan kemasyarakatan. Sederet jabatan di Organisasi pun pernah ia emban, antara lain Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung Barat, Ketua Lembaga Kordinasi Kesejahteraan Sosial Kabupaten Bandung Barat, dan Ketua Pusat Rehabilitasi Sosial Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu, berkat usahanya menggelorakan budaya membaca di Kabupaten Bandung Barat, Elin dinobatkan sebagai Bunda Literasi pada 2016. Penobatan itu merupakan yang pertama di Jawa Barat. Sebelumnya, penghargaan serupa memakai istiliah Bunda Baca. Salah satu kontribusi Elin sebagai Bunda Literasi adalah menambah perpustakaan di sejumlah desa. Hingga 2016, tersedia 50 perpustakaan di 50 desa di Kabupaten Bandung Barat.

Elin Suharliah merupakan sosok perempuan yang sukses di keluarga maupun kariernya. Ia dan Abubakar dianugerahi tiga anak, salah satunya bekerja sebagai PNS di Setda Provinsi Jawa Barat. resep Elin dalam mendidik anak-anaknya adalah dengan tidak mendikte dan memaksakan kehendak, melainkan lebih banyak memberi keteladanan.

Riwayat Pendidikan Formal

Putri pasangan Amay Kaman (alam) dan Suhara Hendra (almh) ini lahir di Bandung pada 2 November 1953, Ayahnya pernah bekerja sebagai PNS di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Karir ayah Elin berjalan dengan mulus dan terbilang sukses. Beberapa jabatan penting pernah diraihnya, antara lain pernah beberapa kali menjabat sebagai camat, menjabat sebagai wedana selama dua kali dan terakhir menjadi Asisten Sekda Bidang Pemerintahan di Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

Pendidikan formal Elin sejak SD sampai tingkat SMA dihabiskannya di Sumedang. Ia menyelesaikan pendidikan SD di Sumedang pada 1966. Kemudian lulus SMP di Sumedang pada 1969 dan lulus SMA pada 1971, juga di Sumedang. Selesai pendidikan dasar dan menengah, lalu Elin meneruskan pendidikan tingginya di Kota Bandung.

Kemudian masuk APDN Bandung dan selesai pada 1976 dengan menyandang gelar sarjana muda. Pendidikan sarjananya ditempuh di STIA Angkasa Bandung dan lulus 1988. Terakhir Elin melanjutkan pendidikan pasca sarjananya di Univeritas Garut (UNIGA) dan lulus pada 2000.

Pengalaman Organisasi dan Prestasi

Mungkin Elin termasuk wanita yang aktif dan tidak mau diam, berbagai jabatan penting dalam organisasi pernah disandangnya, terutama yang masih berkaitan dengan aktivitasnya sehari-hari dilingkungan pemerintahan. Elin pernah menjabat sebagai Sekretaris TP-PKK Kota Bandung, Ketua TP-Kecamatan Lembang, Sekretaris TP-PKK Kabupaten Bandung, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Bandung dan Ketua Dharma Wanita Kabupaten Bandung. Selain itu Elin juga pernah menjabat sebagai Ketua Koperasi Mutiara Dharma Wanita Kabupaten Bandung, Ketua yayasan Panti Asuhan Bhakti Pertiwi di Bale Endah, Ketua Gaubungan Organisasi Penyelenggara (GOP TKI) Kabupaten Bandung, Ketua Perwosi Kabupaten Bandung, dan Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung. Setelah suaminya menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat (KBB), kesibukannya dalam organisasi semakin padat.

Elin kini menjabat sebagai Ketua TP-PKK KBB, Ketua Dekranasda KBB, Ketua FORMI BB, Ketua KONI KBB, Ketua IPSM (Ikatan Petugas Sosial Masyarakat) KBB, Ketua LKKS (Lembaga Kordinasi Kesejahteraan Sosial) KBB dan Ketua PUSREHSOS (Pusat Rehabilitasi Sosial) KBB. Masih ada beberapa lagi jabatan penting dibidang sosial kemasyarakatan yang dipegang oleh Elin, seperti Ketua Forum PAUD, Bunda PAUD KBB, Penasihat GOW, Penasihat Dharma Wanita Persatuan KBB, Ketua Pengajian Muslimat NU KBB, Ketua BKMM dan Ketua P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak). Tidak aneh kalau jadwal kegiatan Elin setiap hari begitu padat.

Meskipun begitu, wanita yang mendapat penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial dari Direktorat Kepahlawanan dan Kesetiakawanan Sosial Kementerian Sosial ini tetap ramah, murah senyum dan rendah hati. Penghargaan tersebut diberikan kepada beliau sebagai tokoh perempuan penggerak dan penyelenggara kesejahteraan sosial. Penyerahan anugrah Satyalancana Kebaktian Sosial diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang PMK RI, Puan Maharani pada puncak acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang diselenggarakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (20/12/2015) yang lalu.

Tentu tidak sembarang orang yang bisa memperoleh penghargaan bergengsi tersebut. Kriteria penerima Satyalancana Kebaktian Sosial ini cukup berat. Mereka adalah orang-orang yang telah mempunyai jasa besar terhadap bangsa dan negara, secara terus menerus selama 5 tahun. Selain itu juga para penerima penghargaan tersebut telah melakukan berbagai kegiatan sosial yang hasilnya dapat langsung dirasakan manfaatnya dan diakui oleh masyarakat. Mereka juga telah menghasilkan inovasi/penemuan yang dapat meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Jasa dan kegiatan yang dilakukan dilandasi oleh kemandirian, kesadaran, prakarsa sendiri dan rasa tanggung jawab sosial.

Perjuangan Elin Suharliah Belum Usai Di Tahun 2018 – 2019

Menjelang Pileg 17 April 2019 mendatang, para caleg terus gencar melakukan kampanye untuk mendulang suara sebanyak mungkin. Berbagai strategi pun dilakukan, dari mulai strategi konvensional seperti janji-janji, hingga cara unik. Seperti halnya yang dilakukan oleh Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan Dra.‎Hajah. Elin Suharliah.M.Si Elin Suharliah, caleg dari Fraksi PDI Perjuangan itu melakukan strateginya dengan melakukan berbagai program bhaksos,

“Banyak sih strategi yang digunakan, dengan program-program. Jadi tergantung karakteristik wilayah calon konstituen saya,” Intinya, kata Elin, dirinya tidak menerapkan janji-janji atau orasi politik. Tapi lebih kepada pendekatan melalui berbagai program pelatihan dan edukasi politik. Wanita yang menyematkan diri si ‘Wanita Emas’ itu melakukan strategi dengan pendekatan langsung kepada calon konstituenya di Dapilnya, Elin merupakan caleg nomor urut 4 untuk daerah pemilihan (Dapil) 3 KBB dan Kabupaten Bandung. Ia mengunjungi langsung lumbung-lumbung suara.

“Menenangkan kepada masyarakat, bahwa saya peduli.”Datangi mereka dari hati ke hati. Memang belum tentu memilih kita. Tidak banyak menyampaikan visi misi, karena mereka mau yang kongkret, lebih kepada program sih.

Selain melakukan head to head dengan calon konstituennya, ia juga melakukan pendidikan politik, tanpa janji politik.

“Nggak pake janji. Saya menyampaikan pesan program – program saya kedepannya, apabila Insya Alloh saya terpilih untuk menjadi wakil rakyat di DPRD tingkat Provinsi Jawa barat. Ditahun 2019-2024 saya siap menjadi perwakilan rakyat yang dekat dengan warga masyarakatnya serta mengusung program” pembangunan berpihak pada kepentingan masyarakat dan mensejahterakan masyarakat,” ujar Elin bersemangat.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90