Ngobrol Politik Sore – Sore, “Jangan Jadikan Rakyat Sebagai Budak Belian”

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Sukabumi,- Menjelang Pilpres dan Pileg 2019, suhu persaingan politik di Indonesia diberbagai tingkatan mulai memanas, para politisi mulai ramai mengeluarkan pernyataan pedas untuk mengekspresikan sikap politiknya, bahkan pernyataan-pernyataan yang keluar berbuntut saling balas dan sindir.

Adu mulut antarpolitikus bukan hal baru dipercaturan politik Indonesia. Media massa menjadi ring tinju bagi pendukung capres/cawapres dan para calon anggota Legislatif untuk berlomba – lomba menawarkan program terbaiknya demi menarik simpati pemilih.

Dibalik itu semua, yang terpenting bagi rakyat adalah, Pemilu Presiden dan Legislatif 2019 mendatang diharapkan bisa melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang memiliki integritas moral dan menyuarakan aspirasi masyarakat dalam rangka mendorong laju pembangunan disegala bidang yang berpihak kepada kepentingan masyarakat didaerahnya.

Momen Pemilu Legislatif juga menjadi ruang partisipasi masyarakat untuk memilih wakilnya yang terbebas tekanan, money politik dan premanisme.

Berkaitan dengan hal ini, Calon Anggota Legislatif Kabupaten Sukabumi dari Partai Gerindra, No Urut 8 (delapan), Usep Wawan,S.Pd.,M.MPd yang akan bertarung memperebutkan 1 (satu) kursi dari 8 (delapan) jatah kursi di daerah pemilihan 1 (satu) Kab.Sukabumi yang meliputi Kec.Cisolok, Kec.Cikakak, Kec.Palabuhan Ratu, Kec.Warungkiara, Kec.Simpenan dan Bantar Gadung menggelar acara ngobrol Politik Sore – Sore bersama beberapa tokoh dan aktivis yang berdomisili didaerah pemilihan tempatnya bertarung, Selasa (02/10/18), di Saung Ganesa, Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Usep memandang penting menggelar acara tersebut, disamping untuk bertukar pikiran terkait strategi menjalani tahapan Pilpres dan pemilihan legislatif, juga untuk menampung aspirasi, kritik dan saran dari masyarakat untuk dibawanya ke DPRD kelak jika dirinya dipercaya terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Aktivis Kemanusiaan Gunung Karamat, Etih Yuliasari, Tokoh Gunung Tanjung sekaligus Kepala Desa Tanjung, Jaro Aripin, Tokoh Pergerakan Desa Karang Papak, Endi Ojak dan relawan serta timses Usep Wawan.

Jaro Aripin berharap, siapapun yang terpilih menjadi pemenang pada Pilpres dan Pileg 2019, dapat membawa perubahan Indonesia kearah yang lebih baik.

Harapan senada disampaikan Etih, menurutnya tahun politik 2019 harus dijadikan ajang pemilihan pemimpin yang benar – benar membawa Indonesia yang lebih baik diberbagai bidang, terutama perekonomian, sehingga bisa memakmurkan serta mensejahterakan rakyat dan nilai kemanusiaan dapat dijungjung tinggi.

“Rakyat tidak lagi dijadikan budak belian,” tandasnya.

Sementara Endi Ojak, tegas menyatakan dukungannya terhadap Capres/Cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, “Untuk perubahan, Prabowo – Sandi Presiden Republik Indonesia 2019 – 2024, adalah Harga Mati,” tegasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90