Disinyalir Masih Ada Beberapa Paket Proyek TA 2017 Diduga fiktif

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,– Provinsi Sumatera Selatan lagi-lagi diterpa kabar tak sedap seputar kegiatan fisik yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat, kali ini, Ketua LSM Jelajah kasus (Jejak) Sumatera Selatan, Yasandy akan melayangkan laporan hasil temuan tentang dugaan proyek fiktif TA 2017 dilingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan kepada Kejaksaan Tinggi Sumsel di Palembang.

Yasandi yang akrab disapa Bang Aan ini menyampaikan, ada 1 (satu) paket proyek TA 2017 senilai hampir Rp.7,3 Miliyar di Satuan Kerja DPU-TR, Sumsel yang diduga fiktif, yakni paket proyek Nomor kode lelang 5355103 Nama Lelang : Pembangunan Oprit Jembatan Ogan IV (Lubuk Batang), Kategori: Pekerjaan Konstruksi, Pagu : Rp.7.3 Milyar Nama Pemenang: Ratri Sempana, selain itu disinyalir masih ada beberapa paket proyek tahun anggaran 2017 lainnya yang diduga fiktif, dana anggarannya dicairkan tetapi tidak dikerjakan.

Salah satu proyek dilingkungan PUPR Sumsel yang diduga fiktif

“Kami masih akan terus telusuri tentang paket proyek lain yang diduga fiktif, sementara ini sudah ada 1 paket proyek yang diduga kuat fiktif dan data temuan kami sudah lengkap.” papar Yasandi, Jum’at (28/09/18).

Menurut dia, tujuan dan niat pihaknya melayangkan laporan temuan tersebut ke Kajati dan KPK RI, bukan untuk melemahkan pihak Kejati Sumsel ataupun Mapolda Sumsel, namun mengingat pernah adanya laporan dari Lembaganya di tahun 2017 lalu yang ditujukan kepada Kejati Sumsel yang sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya oleh ke Kajari terkait dugaan penyimpangan anggaran swakelola yang dilakukan oleh Kepala Dinasa PUPR Sumsel hingga saat ini belum ada titik terangnya, tambahnya.

Disisi lain, LSM Jejak juga akan mendatangi Kantor Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Jakarta untuk menyampaikan laporan tentang Kedisiplinan Kerja Kadis PUPR Sumsel yang diduga selalu berupaya menghindar dari pertanyaan Media dan LSM terkait dugaan mainan setoran proyek, ujarnya.

Berkaitan dengan hal itu, Kabid Jalan dan Jembatan Bina Marga PU, Tata Ruang, Apandi saat dihubungi diruang kerjanya menyampaikan belum dapat memberikan penjelasan karena sibuk.

Pos terkait

banner 468x60