Oknum Kepling Terkena OTT Agar Dipecat dan Dihukum Pidana

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Ketua Komisi A (I) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Andi Lumban Gaol, kepada wartawan mengatakan, agar pihak kepolisian yang berhasil mengamankan oknum Kepala Lingkungan berinisial KK (50) warga Jalan Karya Wisata II, Kelurahan P. Mansyur, Kecamatan Medan Johor agar diusut sampai tuntas dan dihukum pidana, bila perlu oknum Kepling yang ditangkap Polrestabes Kota Medan terkait OTT pada Jumat, (07/09/18) lalu, sekitar pukul 12.30 WIB itu, segera diusulkan dipecat dan dimasukkan ke dalam penjara.

“Ini akan menjadi pelajaran bagi kepala lingkungan lainnya agar bekerja sesuai tugas dan fungsinya (Tupoksi) yang diamanahkan oleh Lurah dan Camat,” terang Andi.

Politisi dari Partai PKPI Kota Medan ini juga meneruskan, cara-cara meminta uang kepada masyarakat dengan modus dapat mengurus mudah dan cepat bisa membuat masyarakat terkecoh, sudah bukan hal baru lagi oknum Kepling yang suka memeras warga dengan modus memberikan kemudahan bantuan cepat dan mudah.

“Yang terjaring OTT itu masih sebagian, ada lagi oknum kepling yang suka mematok harga kepada warganya saat dimintai tolong membantu mengurus masalah administrasi kependudukan,” terangnya.

Hal-hal seperti ini tambah Andi, dianggap oleh Kepala Lingkungan merupakan upah kerja atau jasa untuk pengurusan dan tidak merasa apa yang dilakukan merupakan perbuatan pidana atau melawan hukum, sebab sudah menjadi kebiasaan dari dulu.

Untuk itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Medan ini meminta agar peristiwa serupa tidak terulang kembali terhadap Kepling lainnya di Kota Medan. “Sebaiknya para Kepala Lingkungan yang ada di Kota Medan diberikan pembinaan dan penyuluhan tentang tugas dan pelayanan kepada warga masyarakat dilingkungan mereka masing-masing, boleh per kecamatan atau perkelurahan dengan menghadirkan nara sumber dari kejaksaan dan kepolisian sehingga para Kepling mengetahui apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan yang melanggar hukum,” jelas Andi Rabu (12/09/18).

Terpisah wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution ketika diminta tanggapannya tentang adanya oknum kepling di Kecamatan Medan Johor yang tertanggkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polrestabes Medan mengatakan, apa yang dilakukan oleh oknum kepala lingkungan yang terjaring OTT tersebut merupakan tanggung jawab oknum Kepling itu sendiri. Dan Pemko Medan tidak ada mentolerir prilaku Kepling yang sudah membuat malu isntansi pemko Medan tersebut.

“Itu merupakan tanggung jawab oknum Kepling yang bersangkutan, sebab, Pemko Medan tidak membenarkan Kepling bertugas diluar tupoksinya. Kita serahkan kepada pihak berwajib, biar mereka yang memberikan sanksi kepada oknum kepling tersebut sesuai perbuatannya,” kata Akhyar.

Seperti diberitakan diberbagai media, Polrestabes Medan telah menangkap KK (50), oknum kepala lingkungan (Kepling) X Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor dalam sebuah operasi tangkap tangan saat meminta sejumlah uang kepada warga berinisial RT (40) warga Johor Indah Permai Blk M 1 Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor untuk pengurusan ganti rugi tanah korban yang terkena pelebaran ruas jalan di Jalan karya Wisata pada Jumat (07/09/18) sekitar pukul 12.30 WIB.

KK diketahui meminta uang sejumlah Ro.30 juta kepada warga yang mau urus surat dimaksud, korban yang merasa keberatan, melaporkan hal tersebut kepada petugas kepolisian.

Dari laporan tersebut, kemudiam petugas melakukan penyamaran dan mengajak pelaku bertemu dengan korban di salah satu rumah makan yang berada di Jalan AH.Nasution Medan.

Saat korban menyerahkan uang tersebut kepada pelaku, saat itu pula petugas yang sebelumnya sudah memantaunya langsung mengamankan pelaku.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengaman uang Rp.30 juta dan buku tabungan Bank Sumut Cabang Utama Medan.

Pos terkait

banner 468x60