Penanganan Limbah Medis Di RSUD Dr Hasri Ainun Habibie, Dinilai Tidak Maksimal

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Abd Rahman

Koran SINAR PAGI, Gorongtalo,– Pengelolaan dan penanganan limbah medis di RSUD Dr HasriAinun Habibie dinilai oleh kalangan masyarakat tidak efisien, pasalnya sudah 3 (tiga) tahun limbah padat B tiga, menumpuk disalah satu ruangan di RSUD Ainun Habibie Gorontalo tersebut.

Akibatnya, rumah sakit yang sebelumnya terkenal bersih ditambah dengan sapa para pegawai yang penuh keramahtamahan, kini berubah kesan yang tidak sedap dipandang mata, selain itu, tumpukan limbah tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan warga disekitar lokasi rumah sakit.

Dari hasil pantauan awak media ini, jika kondisi ini tidak segera ditangani akan sangat merugikan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup, terlebih lokasi RSUD yang berada dalam kawasan kota yang tidak jauh dari pemukiman masyarakat Limboto .

Bukan hanya itu, para pekerja kebersihan yang menangani limbah tidak pun ternyata tidak menggunakan alat perlindungan seperti masker, sepatu boots sebagai standar kesehatan kerja untuk menghindari kontaminasi kimia yang terkandung dalam limbah yang sudah menumpuk selama bertahun – tahun itu.

Kepala Tata Usaha RSUD Dasri Ainun Habibie yang biasa disapa Ois, didampingi dua pejabat tinggi di rumah sakit tersebut yakni, Jeane Delie, seorang pelayan medis dan satu rekan kerja lainnya, saat ditemui beberapa waktu lalu mengaku, pihak rumah sakit sudah ada MOU dengan pihak ketiga dalam penanganan limbah tersebut, namun lanjutnya, dengan jumlah limbah sebanyak ini, maka limbah tersebut masih harus dipilah sesuai jenisnya.

Diakuinya, selama rumah RSUD Ainun Habibie belum memiliki mesin insenerator limbah sehingga untuk sementara limbah tersebut ditumpukan disalah satu ruangan, terangnya.

Sementara menurut Jeane Dalie, pegawai RSUD Ainun Habibie yang terhitung baru jagung ini akan segera membenahi cara penanganan limbah dengan sebaik-baiknya, “Kami akui terjadi kesalahan dalam penanganan limbah medis ini, semoga dengan pembangunan yang sedang berjalan ini, penanganan limbah kedepan akan lebih baik dan efisien,” ucapnya.

Berbeda dengan pernyataan pihak rumah sakit, salah satu masyarakat sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya justru menilai pihak rumah sakit tidak serius menangani limbah medis tersebut, menurutnya tumpukan limbah medis tersebut akan berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat.

“Selama ini pihak rumah sakit tidak serius menangani masalah limbah tersebut, padahal rumah sakit sudah beroperasi sejak tahun 2015, rumah sakit hanya sekedar meraup keuntungan tanpa memikirkan dampak buruk yang akan ditimbulkan oleh rumah sakit itu sendiri,” ucapnya.

Masih menurut dia, masalah limbah medis justru akan berpengaruh terhadap akreditas rumah sakit itu sendiri, “Apakah rumah sakit yang seperti ini layak untuk diakreditasi,” katanya lagi.

Perlu diketahui, Rumah Sakit Umum Darurat Ainun Habibie yang berlokasi di Kabupaten Gorontalo ini, sebelumnya adalah gedung pusat perbelanjaan yang dikenal dengan Plaza Limboto yang kemudian berubah fungsi menjadi istana pelayanan kesehatan dengan sebutan RSUD Ainun Habibie dan mulai beroperasi sejak tahun 2015 hingga sekarang.

Pos terkait

banner 468x60