Kabupaten/Kota Provinsi Lampung Study Banding e-Planning dan e-Budgeting ke Kota Medan

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Sebanyak empat Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung melakukan study banding ke Pemerintah Kota (Pemko) Medan tentang bagaimana Implementasi Sistem e-Planning dan e-Budgeting. Langkah ini dilakukan keempat Pemerintah Daerah (Pemda) tersebut sesuai arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mewujudkan sistem perencanaan pembangunan daerah yang semakin efektif, Partisipatif, transparan dan akuntabel.

Hal ini terungkap ketika Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menerima Kunjungan Kerja empat Kabupaten/Kota Provinsi Lampung, diantaranya Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pringsewu dan Kota Bandar Lampung di Ruang Rapat III, Kantor Wali Kota Medan, Kamis (13/08).

Dalam Kunjungan Kerja tersebut, Hadir Wakil Bupati Pringsewu, H Fauzi, Sekda Kabupaten Lampung Selatan, Fredy S, Sekda Kabupaten Tanggamus, Andi Wijaya, Sekda Kota Bandar Lampung, Badri Tamam dan Sekda Kabupaten Pringsewu, A.Budiman. Selain itu hadir juga Kepala Inspektorat Kota Medan Farid Wajedi, Sekretaris Bappeda M Syafruddin dan sejumlah Pimpinan OPD di lingkungan Kota Medan.

Mewakili Rombongan, Wakil Bupati Pringsewu, menyampaikan, “Berdasarkan Pertemuan Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung dengan bapak Adlinsyah Nasution dari KPK, sistem e-Planning dan e-Budgeting harus diterapkan setiap Pemerintahan Daerah. Oleh sebab itu Kami diarahkan ke Kota Medan untuk mempelajari Sistem tersebut”, katanya.

Selanjutnya dijelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah memberikan ilmu dan informasi terkait Sistem e-Planning dan e-Budgeting, akan tetapi ada perbedaan antara Kabupaten/Kota dengan Provinsi dalam mengimplementasikan sistem tersebut makanya disarankan untuk belajar ke Kota Medan.

“Ilmu dan informasi tentang e-Planning dan e-Budgeting yang kami peroleh dari kunjungan ini diterapkan di daerah masing – masing guna mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel”, jelasnya.

Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution dalam sambutannya mengatakan, “Dalam mengimplementasikan sistem e-Planning dan e-Budgeting, Pemko Medan, memulai dari Rembuk Warga, dimana aspirasi warga direkam dan di input ke dalam sistem. Selanjutnya hasil rembuk warga tersebut dibawa ke Musrenbang Kecamatan dan hasilnya kembali di input. Kemudian keseluruhannya dipaparkan di Musrenbang Kota Medan”, jelasnya.

Selanjutnya, Wakil Wali kota berharap sistem e-planning dan e-Budgeting yang telah diterapkan Pemko Medan ini dapat terus dipergunakan, dikembangkan dan disempurnakan guna membantu semua pihak dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintah daerah yang semakin baik, transparan, akuntabel dan terukur sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan pembangunan di kabupaten/kota masing-masing.

Pertemuan dilanjut dengan Pemaparan oleh Bappeda Kota Medan dan tanya jawab oleh rombongan dari Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung dan ditutup dengan penukaran cenderamata oleh Wakil Wali Kota Medan kepada Pimpinan Rombongan dari Kabupaten Kota di Provinsi Lampung.

Pos terkait

banner 468x60