DPRD Ogan Ilir “Congkel” Proyek Asalan

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : adi/fitry
Koran SINAR PAGI, OGAN ILIR

Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir khususnya komisi III datangi lokasi proyek peningkatan ruas jalan Simpang Kilip-Tanjung Temiang Tanjung Raja yang diduga asal-asalan.

Kedatangan para rombongan yang dikomando langsung oleh ketua Komisi, Afrizal setibanya di lokasi langsung “mengcongkel” proyek jalan tersebut.

Dicongkelnya proyek jalan itu bukan tanpa alasan karena secara kasat mata proyek yang dilaksanakan oleh PT.Lebung Karang Sakti dengan nilai kontrak mencapai Rp.5.899.900,000 tahun 2018 itu diduga diluar RAB yang ditentukan.

Dengan menggunakan lingkis serta alat seadanya mereka para rombongan mencoba “mencongkel” proyek guna memastikan kualitas dan mutu bangunan.

Bangunan itu diduga kuat diluar dari ketentuan yang diharapkan, kondisi jalan yang dibangun pun hanya dipoles tipis yang diyakini tidak akan bertahan lama, dan kembali rusak.

Guna memastikan dugaan proyek itu memang bermasalah, rombongan ini sengaja meminta pendampingan langsung oleh staf ahli DPRD bagian teknik yang membidangi agar tahu persis dugaan permasalahan yang terjadi di lapangan.

Tak ayal, usai melakukan sidak ke lokasi peningkatan ruas jalan SP.Kilip-Tanjung Temiang, rombongan melanjutkan perjalanan cek ke proyek lainnya yang dialihkan yakni Normalisasi skunder di desa Santapan Barat, Kec.Kandis.

Kepada awak media ini dengan tegas, Afrizal mengatakan, akan segera memanggil pihak ketiga berikut dinas terkait yakni PUPR.

Selanjutnya akan membawa proyek tersebut ke rana hukum karena diduga bermasalah dan merugikan keuangan negara.

Senada diungkapkan Azmi Hadi, dan Soenadi yang akan mengusut tuntas persoalan tersebut karena diduga telah melanggar dan tidak sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Apalagi mengingat dana yang digelontorkan nilainya cukup pantastis mencapai Milyaran rupiah.

Rombongan DPRD ini pun sangat menyayangkan kurangnya pengawasan dari dinas terkait sehingga terkesan ada pembiaran serta ada main mata antara pemborong dan dinas bersangkutan.

Hingga berita ini diturunkan baik pihak pemborong maupun dinas terkait belum berhasil dikonfirmasi.

Pos terkait

banner 468x60