Balakecrakan Makan Nasi Liwet Massal Tradisi Turun Temurun Untuk Bangun Jiwa Kebersamaan

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Lina

Koran SINAR PAGI, Lembang/Kab. Bandung Barat,- Ratusan warga Rw.16 Kampung Nagrak Kulon, Desa Suka jaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten. Bandung Barat, beberapa hari yang lalu menggelar makan nasi liwet massal dengan panjang 700 meter disepanjang jalan kampung tersebut yang disajikan diatas daun pisang sebagai alasnya dengan menu beraneka macam masakan yang dibawa oleh warga.

Kegiatan yang digelar oleh Pemuda Karang Taruna Rw.16 Desa Sukajaya ini sudah digelar untuk kelima kalinya, tapi tahun ini terasa jauh lebih meriah dibanding tahun sebelumnya, karena dihadiri oleh ratusan warga masyarakat baik warga Kp.Nagrak sendiri dari tiga Rt juga gabungan warga dari desa tetangga desa, Jumat (24/08/18) lalu.

Hal itu dilakukan, sebagai bentuk rasa syukur kepada sang Maha Pencipta Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepada warga Kp.Nagrak.

Dedi Priadi yang akrab disapa Didit, seorang tokoh pemuda setempat sekaligus Kader Motivator Generasi Muda di Kp.Nagrak menjelaskan, kegiatan Balakecrakan ngaliwet Massal di Rw.16 adalah kegiatan rutin setiap tahun dengan tujuan untuk mempersatukan warga masyarakat.

“Dengan ngaliwet kita bisa mengetahui sejauh mana kerjasama masyarakat dengan pengurus yang ada dilingkungannya, sebagai seorang pemuda, saya sangat bangga dan memberikan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat yang sudah berpartisipasi memeriahkan acara ini, semoga kegiatan yang menjadi kebanggaan kami ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan untuk lebih baik lagi dan menjadi motivasi buat tetangga desa – desa khususnya yang ada di wilayah kecamatan. Lembang ini,” tuturnya.

Dedi Priadi, tokoh pemuda sekaligus Kader Motivator Generasi Muda di Kp.Nagrak

Ia berharap, acara makan liwet bersama ini bermakna, sehingga bisa terjalin komunikasi yang baik antar warga dengan kepala desa dan aparatur pemerintahan desa pada umumnya, karena kata dia lagi, ujar Didit antusias.

Hernandi, Kasubag Pembinaan Purbakala dan Budaya Disparbud Kab.Bandung Barat yang akrab disapa Bah Hernan mengatakan, “Pada intinya budaya dan tradisi yang turun – temurun ini harus tetap dipertahankan, karena terasa sekali ikatan kekeluargaannya, terutama untuk generasi penerusnya. Saya melihat warga disini sudah seperti keluaga satu sama lain, selalu ramai dalam setiap kegiatan, mulai dari orang tua bahkan anak-anak, ini diwarisi orang tua satu petuah “Kudu Saampar, Sajajar, Sarasa” artinya semua sama dan sejajar,” ujarnya.

Yang sangat berkesan, lanjutnya, kendati dalam kondisi sekarang yang sudah hampir sulit untuk menjalin tali silaturahmi, tapi di kampung Nagrak Kulon ini kebersamaan itu masih terjalin dan selalu terjaga. Mudah -mudahan acara tersebut bisa berkelanjutan dan dijadikan agenda tahunan, agar tali persaudaraan tetap terjaga,” pungkasnya.

Pos terkait

banner 468x60