Dengan Intel Tetap Bersahabat, Kisah Para Demonstran

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Iwan Brata Darma

Koran SINAR PAGI, Muara Enim,- Aksi mahasiswa dalam berbagai hal melahirkan banyak demonstran, salah satunya di Sumatera Selatan, siapa yang tak kenal pada Usman Feriansah yang sejak awal dikenal demokratis.

Pada masanya, Senat perguruan tinggi SMPT Universitas Sriwijaya ini paling getol membakar semangat rekan – rekannya, untuk berjuang, tuntutannya hanya satu kalimat “Reformasi Total”.

Peran demonstran termasuk, Usman mengingatkan kita kepada almarhum Soe Hok Gie, seorang mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI) yang menjadi salah satu arsitek gerakan mahasiswa pada tahun 1966.

Dia pula yang mengarsiteki gerakan long march menuntut pemerintah agar menurunkan harga bensin, penurunan tarif bus kota dengan cara nekat merebahkan diri didepan kendaraan perang panser saat berhadapan dengan tentara yang menghadang aksinya.

Soe Hok Gie, memang bukan ahlinya untuk memimpin gerakan dilapangan, tapi dia sering jadi aktor intelek dibaliknya, perjuangan Soe Hok Gie, untuk melahirkan generasi manusia baru bukan berahir dipentas demo, melainkan di Gunung Semeru, 14 desember 1969 hanya tiga hari menjelang ulang tahunnya.

Terkait dengan hal tersebut, Jam terbang Usman Feriansyah yang kini berprofesi sebagai pengacara dan berkeinginan untuk tetap perjuangannya belum sehebat Andi Arief atau Liusrilang dalam kancah perpolitikan tanah air.

Namun kehadirannya sebagai calon Anggota DPRD Propinsi Sumatera Selatan dari daerah pemilihan 2 (dua) yang meliputi wilayah Kab.Muara Enim, Pali dan Prabumulih, kelak akan diingat orang sebagai salah satu pelaku sejarah.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90