Hasil Panen Tembakau di Pangandaran Capai 7 Ton/Hektare

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Herry

Koran SINAR PAGI, Pangandaran,- Hasil panen tembakau setiap musim di Kabupaten Pangandaran mencapai 7 ton/hektare.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau (APTI) Kabupaten Pangandaran Kasid, 48, mengatakan, luas potensial yang ditanami tembakau 83 hektare.

“Petani pelaku usaha tembakau di Kabupaten Pangandaran ada 6 kelompok, Setiap kelompok beranggotakan 30 hingga 80 anggota”, kata Kasid.

“Rata-rata setiap kelompok petani tembakau mengelola 1.400 meter persegi,” tambahnya.

Areal 1.400 meter persegi lahan tanah bisa ditanami 2.500 benih. Tiap benihnya bisa menghasilkan 5 ons.

“Harga jual tembakau di pasaran saat ini rata-rata Rp10 ribu,” papar Kasid.

Sementara Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Ridwan Mulyadi mengatakan, potensi tanaman tembakau di Kabupaten Pangandaran hanya di Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Mangunjaya.

“Kendala yang dialami oleh pelaku tani tembakau saat ini salah satunya harga yang tidak stabil,” kata Ridwan.

Untuk mengantisipasi harga tembakau agar stabil, kata Ridwan, perlu dibangun gudang untuk penyimpanan daun basah.

“Gudang tersebut bakal difungsikan sebagai penyetabil harga saat harga tembakau murah,” tambahnya.

Ridwan menjelaskan, hasil panen petani bako di Pangandaran dipasarkan hingga daerah Cilacap.

“Varietas tembakau di Kabupaten Pangandaran yang cocok ditanam adalah varietas jember sili,” jelas Ridwan.

Pos terkait

banner 468x60