Wali Kota Ingin Wujudkan Medan Bagian Utara Jadi Ekowisata Mangrove & Bahari

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dan Wakil Walikota, Akhyar Nasution bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan menanam sebanyak 2018 batang pohon mangrove di lokasi Ekowisata Mangrove, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (19/08).

Aksi penananam pohon mangrove bertajuk Aksi Sapta Pesona dan Sadar Wisata Mangrove turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani dan Wakil Ketua TP PKK Hj Nurul Khairani Akhyar. Selain memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indoensia ke-73 tahun 2018, penanaman pohon mangrove juga dilakukan guna menghijaukan kembali kawasan hutan mangrove.

Dengan penghijauan yang dilakukan tersebut, Wali Kota berharap hutan mangrove lebih hijau sekaligus menjadi penahan abrasi air laut. Yang lebih penting lagi, Wali kota ingin mengembangkan Medan bagian Utara menjadi destinasi wisata mangrove maupun bahari yang ada di Kota Medan.

Obyek wisata Mangrove di Kota Medan

“Usai penanaman bibit pohon mangrove ini, Pemko Medan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan terus mengembangkan hutan mangrove sehingga menjadi objek wisata yang menarik. Disamping itu tentunya harus mendapat dukungan penuh masyarakat sekitar sehingga keinginan itu dapat terwujud,” katanya.

Guna menunjang terwujudnya kawasan destinasi wisata hutan mangrove, Wali Kota Medan selanjutnya mengajak masyarakat setempat untuk menjaga dan memelihara hutan mangrove. Dengan dukungan penuh masyarakat, Wali Kota optimis akan terbentuk destinasi wisata mangrove dan bahari secara alami, tidak dibuat-buat sehingga kesannya lebih menarik bagi wisatawan.

“Tidak hanya menjadikannya sebagai ekowisata mangrove, hasil hutan pohon mangrove yang kita tanam ini juga nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Usai melakukan penanaman pohon mangrove, Wali Kota Medan beserta rombongan selanjutnya mengelilingi kawasan ekowisata mangrove dengan melewati jalan yang terbuat dari bambu. Peninjauan ini diikuti Sekda Kota Medan, H Syaiful Bahri Lubis, pimpinan OPD dilingkungan Pemko Medan serta camat se-Kota Medan.

Selesai mengitari hutan mangrove, Wali Kota minta agar jalan yang terbuat dari bambu tersebut agar diganti dengan kayu api-api yang lebih kuat.

Wali Kota menginstruksikan kepada OPD terkait segera menggantinya. “Pergantian ini penting dilakukan agar masyarakat maupun wisatawan yang datang berkunjung kemari akan merasa aman dan nyaman saat mengitari kawasan mangrove ini,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota bersama Ketua TP PKK menyempatkan diri untuk mencicipi sejumlah kuliner yang berasal dari bahan manggrove seperti peyek dan sirup.

Sebelum meninggalkan lokasi, Wali Kota berpesan kepada Camat Medan Belawan beserta seluruh jajarannya agar memelihara dan merawat 2018 bibit pohon mangrove yang baru ditanam tersebut.

“Saya harap perawatan dan pemeliharaannya dapat melibatkan warga sekitar sehingga bibit pohon mangrove yang baru ditanam ini akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk itu lakukan sosialisasi, sebab masyarakat sekitar akan merasakan langsung dampak dari terwujudnya wisata hutan mangrove dan bahari di kawasan tersebut,” pesannya.

Pos terkait

banner 468x60