Pihak PUPR Mengaku Belum Tahu Ada Pembangunan Jembatan Pinang Mas

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta: Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI Ogan Ilir,- Terkait pemberitaan tentang Pondasi Talud Oprit/Tembok penahan longsor bermaterialkan batu sungai pada bawah Jembatan besi di Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang baru rampung dikerjakan sekitar 1 (satu) minggu lalu, dimana batu – batu pondasinya sudah mulai ada yang terlepas lagi, yang diduga akibat dikerjakan tidak sesuai dengan bestek atau asal jadi, di media KoranSinar.com beberapa waktu lalu.

Sekretaris Dinas PUPR Tarmizi ketika dikonfirmasi diruang kerjanya mengaku belum mengetahui adanya pembangunan jembatan besi di Desa Pinang Mas tersebut, “Kami belum mengetahui ada pembangunan jembatan di Desa Pinang Mas, nanti kami akan cek kelapangan benar tidaknya bangunan tersebut,” ucapnya, Selasa (14/08/18).

Ia menuturkan setelah dicek ke lokasi bangunan pihaknya akan mengetahui apakah fungsi pengawasan dilapangan bekerja dengan baik atau tidak.

Diberitakan sebelumnya, dari hasil pantauan dilokasi, tinggi pondasi penopang jembatan yang hanya 50 Cm dan panjang 6 Meter dikiri kanan jembatan, dirasa tidak sesuai dengan jembatan besi setinggi 4 meter tersebut, terlebih dengan campuran semen yang sangat sedikit dalam adukan.

Hal ini dikhawatirkan akan membahayakan bagi para pengguna jembatan, terutama saat musim hujan tiba.

Selain itu proyek jembatan juga tidak memasang papan kegiatan, sehingga masyarakat tidak mengetahui asal usul dan besaran anggaran yang digunakan untuk pembangunan jembatan tersebut, bahkan ada warga yang mengira jembatan dibangun oleh salah satu partai. “Dana pembangunannya dari partai atau dari Dana Desa ?,” tanyanya bingung.

Sementara menurut pemborong proyek jembatan bernilai Ro.900 juta dari dana APBD tersebut, pondasi penahan dibawah jembatan tidak ada dalam RAB, pondasi itu bonus dari mereka.

Kalau memang dinilai tidak sesuai, katanya, siapa pun baik dari LSM atau media, silahkan beritakan saja, “Kalau dengan LSM kami sudah sering dilaporkan hal itu sudah biasa saya tidak takut,” ujarnya terkesan menantang.

Pos terkait

banner 468x60