MUI Sumedang Sesalkan Dua Tahun Tak Dibantu Pemda

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Sumedang KH.Adam Malik Ibrahim menyesalkan sudah 2 tahun ini lembaganya tak kunjung menerima bantuan keuangan dari Pemkab Sumedang padahal Pemda sesuai dengan perundang – undangan yang berlaku punya keharusan untuk membantu keuangan seperti MUI Sumedang untuk dukungan biaya operasional dan pembinaan. Kenyataan itu diungkapkan Adam Malik kepada koransinarpagijuara.com saat ditemui di kantornya Senin, (13/08/18).

“Saya benar – benar tidak paham atas tidak dibantunya lembaga kami ( MUI – red) yang terjadi sejak tahun 2017 dan 2018 ini padahal sebelumnya di tahun 2016 kebelakang MUI menerima bantuan dari Pemda”, ujar KH.Adam Malik Ibrahim.

Dikatakannya lagi menurut informasi tak diberi nya bantuan ini dikarenakan terkendala surat dari SK Kemenkumham padahal SK dari Kemenkumham sudah lama didapat.

“SK Kemenkumham sudah ada sejak tahun 2014 dan buktinya di tahun 2015 dan 2016 MUI Sumedang mendapat bantuan keuangan dari Pemda Sumedang”, ujar Adam Malik yang dikuatkan oleh Sekretaris MUI H.Abdul Muin.

Padahal ucap Adam Malik, MUI Sumedang banyak sekali kegiatan – kegiatan yang perlu dukungan biaya yang mesti dilakukan diantaranya pencegahan aliran sesat seperti yang pernah terjadi di tahun 2017.

“Di tahun 2017 ada 8 kecamatan di Kabupaten Sumedang yang terindikasi dimasuki aliran sesat yang bersumber dari Garut yang dipimpin oleh seseorang bernama Sensen Misbah”, ujarnya.

Ke 8 kecamatan itu diantaranya Jatinangor, Buahdua, Ujungjaya, Situraja, Cimanggung dan lainya, hingga kami minta bantuan kepada Polres Sumedang saat Kapolres nya AKBP. Harry Brata untuk mencegah orang yang menyebarkanya tidak masuk lagi ke Sumedang.

“Kini masalah itu sudah teratasi dengan menggunakan kemampuan biaya alakadarnya tapi agenda kami kan banyak hingga kini kegiatan itu terbengkalai”, ujar KH.Adam Malik Ibrahim.

Pos terkait

banner 468x60