Cabor Pencak Silat POPDA Jabar 2018, Kota Bandung Sumbang 8 Medali Emas

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Wahyu.Sp

Koran SINAR PAGI, Bandung,- Atlet Kota Bandung tampil perkasa dan masih tetap dominan kuasai cabor pencak silat, POPDA Jabar 2018, yang berlangsung di GOR Tri Lomba Juang , Jl. Pajajaran, 37. Bandung, dari (30 juli s/d 3 agustus 2018) kemarin.

Dari 23 kelas atau kategori yang dipertandingkan, Kota Bandung berhasil sabet 8 medali emas, 2 perak dan 6 perunggu, disusul Kabupaten Cirebon dengan 3 emas, 4 perak dan 1 perunggu, serta Kabupaten Bogor diurutan ke.3 dengan perolehan 3 emas, 1 perak dan 4 perunggu.

Untuk kategori TGR, menurut penilaian Bidang pembinaan prestasi IPSI Jabar, Nurzaman mengakui, bahwa Kabupaten Garut memang masih spesialis di kategori tersebut.

” Semestinya ada perlawanan dari daerah lain, namun untuk kelas TGR memang kabupaten Garut masih terlalu tangguh, bahkan tiap POPDA, mereka selalu kuasai kelas itu, namun KBB, Bogor dan Kota Cimahi juga perlu diperhitungkan melihat hasil tadi,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Nurzaman memantau khusus  persaingan kelas TGR tetap berimbang,bahkan ada beberapa daerah yang bisa diperhitungkan untuk POPDA yang akan datang.

” Saat ini kelas TGR, jauh lebih berimbang, hanya memang secara kesiapan mental dan fisik saja yang lebih membedakan, untuk teknik berimbanglah….” Elak nuryaman, pada awak media saat meninggalkan arena.

Sementara, Ketua pelaksana POPDA 2018 cabor pencak silat, Yoyo.SH mengatakan, secara keseluruhan kejuaraan tersebut sudah berjalan dengan baik, normatif bahkan lebih profesional.

” Cabor pencak silat selalu disoroti oleh banyak pihak, baik budayawan, atlet, pelatih, karena pencak silat merupakan warisan budaya bangsa, dan Jawa Barat sebagai barometernya IPSI, untuk itu kita selalu tekankan ke panpel bisa lebih profesional, baik wasit juri maupun anggotanya.” kata yoyo.

Masih kata dia, menanggapi pergesekan suporter merupakan hal yang wajar, dan itu merupakan bukti kecintaan terhadap daerahnya.” Normal suporter protes, asal jangan arogansi dan anarkis, dan kejadian kemarin sebenarnya tidak perlu terjadi, seandainya penonton juga  legowo manakala timnya kalah, jangan justru membuat keributan, tapi itu hal yang kecil dan wajar saja..” ungkapnya.

Dari hasil kejuaraan tersebut, menurut informasi yang diterima redaksi KSP, atlite yang meraih medali emas otomatis ikut kejuaraan POPNAS, dan akan diadakan pemantauan untuk seleksi ke jenjang lebih tinggi. Seperti PORDA, PON, bahkan tidak menutup kemungkinan  bisa direkomendasi menjadi atlet pelatnas. ***

Pos terkait

banner 468x60