Kemensos RI Serahkan Bantuan Korban Bencana Di Pangandaran

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Herry

Koran SINAR PAGI, Pangandaran,- Kementerian Sosial RI secara simbolis menyerahkan bantuan stimulan bahan bangunan rumah kepada 351 calon penerima bantuan korban bencana gempa bumi, tanah longsor dan angin puting beliung tahun 2017 dan 2018, di Lapangan Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Selasa 31 Juli 2018. Total bantuan yang diserahkan sebanyak Rp.4.375.500.000.

Oroses penyalur bantuan, Kemensos bekerjasama dengan BNI untuk melakukan transfer rekening ke masing-masing penerima bantuan. Besaran bantuan yang diterima antara Rp 5 juta sampai Rp.20 juta, tergantung tingkat kerusakan.

Menteri Sosial, yang diwakili Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial RI Harry Hikmat, juga akan menyerahkan bantuan isi Lumbung Sosial KSB dan bantuan logistik dari APBD untuk Dinas Sosial serta beras sebanyak 2 ton.

“Karakteristik alam di Kabupaten Pangandaran memiliki wilayah rawan bencana, diantaranya terdapat daerah berpotensi tsunami, tanah longsor, banjir dan kekeringan.

Desa Kalijati menjadi salah satunya, seperti kita ketahui bencana longsor menimpa wilayah ini dan menimbulkan korban jiwa sebanyak 4 orang tahun 2017 lalu,” tutur Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata.

Dilihat secara geografis dan demografis, banyak terdapat wilayah perbukitan yang rawan bencana, disertai semakin berkurangnya pepohonan saat ini. “Terdapat juga sungai-sungai besar yang berpotensi mengakibatkan banjir bandang,” ujarnya.

Timbulnya bencana, lanjutnya, merupakan hal yang sulit dihindari dan diperkirakan secara tepat dan pasti. “Gejala alam tersebut berada diluar jangkauan kemampuan manusia. Selain itu, kelalaian, kecerobohan, ketidaksadaran serta kekurangan pemahaman dan pengetahuan manusia yang terbatas dapat pula mengakibatkan bencana,” ujarnya.

Dikatakannya, akibat yang ditimbulkan dari bencana alam dapat menyebabkan korban dan penderitaan bagi manusia. Seperti, kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian hingga krisis pangan akibat gagal panen dan lainnya.

Berdasarkan laporan dari Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran pada tahun ini, terjadi beberapa kali bencana kebakaran, kekeringan, angin puting beliung dan cuaca ektrim. Akibatnya, masyarakat harus mengungsi dan memerlukan perlindungan sosial.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah berusaha keras melaksanakan penanggulangan bencana dengan memaksimalkan kemampuan sumber daya yang dimiliki.

Namun demikian, bantuan penanggulangan bencana belum optimal sepenuhnya. Hal ini dikarenakan keterbatasan pemerintah baik dari segi anggaran maupun tenaga penanggulangan bencana.

“Partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha sangat diharapkan, baik secara materi maupun tenaga sukarela,” ungkapnya.

Di Jawa Barat sendiri, saat ini sudah dilaksanakan sebanyak 102 kegiatan Kampung Siaga Bencana. Diantaranya, 31 dari APBD Prov. Jabar, 33 APBD II Kabupaten/Kota, 25 APBN PSKBA dan 13 KSB PSKBA.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90