Sungai Cikidang Tak Kunjung Dikeruk, Warga Pangandaran Tagih Janji Jokowi

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Herry

Koran SINAR PAGI, Pangandaran,- Sejumlah warga di Kabupaten Pangandaran, menagih janji Presiden Joko Widodo yang akan melakukan pengerukan di Sungai Cikidang yang bermuara di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang, Desa Babakan, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Ade Suryana salah satu tokoh nelayan Pangandaran menyatakan, saat ini kondisi Sungai Cikidang terutama dekat muara PPI Cikidang sangat dangkal. Hal tersebut menyebabkan perahu nelayan kesulitan saat keluar masuk muara.

Selain itu tidak adanya tembok penahan tanah mengakibatkan abrasi di pinggiran sungai makin parah, karena terkikis air sungai.

Saat datang hujan dipastikan beberapa pemukiman di Desa Babakan dan Pananjung kembali akan terendam banjir, karena air tidak dapat keluar melalui muara,” ujarnya, Minggu (29/07/18) siang.

Ade Suryana (56) mengingatkan, Presiden Joko Widodo saat berkunjung di Kabupaten Pangandaran, pada Selasa (24/04/18) telah memerintahkan Menteri menteri terkait, untuk mengeruk sungai dekat pelabuhan pendaratan ikan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat,

Permintaan pengerukan sungai itu diajukan setelah nelayan mengeluhkan ke Presiden tentang endapan lumpur yang sering membuat kapal mereka kandas saat masuk atau keluar pelabuhan.

Saat itu, ungkap Ade, sebelum meresmikan Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang, Desa Babakan, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo menyempatkan untuk berdialog dengan nelayan yang turut hadir dalam acara tersebut.

Pertanyaan pertama yang diajukan Presiden kepada nelayan apakah benar dibutuhkan untuk mengeruk sungai sebagaimana disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, pada sambutan sebelumnya.

Salah seorang nelayan dari Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari, Jamil, menyampaikan bahwa permintaan mengeruk sungai agar endapan lumpur tidak membuat kapal kandas saat masuk atau keluar pelabuhan.

“Saya beri waktu dua bulan ya untuk memulai ya? Karena ini perlu lelang dulu, ada perlu waktu. Kalau enggak perlu lelang, besok saya suruh ngerjain langsung.

Dua bulan Pak Menteri PU ya, dua bulan biar nanti dikeruk, dikirim alat-alat pengeruk sungainya,” tegas Presiden.

Namun tiga bulan berlalu, terang Ade, tidak ada tanda-tanda pekerjaan itu akan dilaksanakan. Hingga kini kondisi sungai semakin dangkal dan nelayan kesulitan saat perahu merela keluar masuk muara.

Sementara itu para warga yang tinggal di Dusun Bojongsari Desa Babakan Kecamatan Pangandaran juga dilanda kekhawatiran.

Dengan kondisi sungai yang dangkal terutama di bagian muara, maka saat turun hujan, air tidak dapat mengalir ke laut, serta dipastikan ratusan
rumah warga akan terendam.

Pos terkait

banner 468x60