Pj.Bupati Bandung Barat Tinjau Perkantoran SKPD

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Lina

Koran SINAR PAGI, Kab.Bandung Barat,- seperti telah diberitakan sebelumnya, Setelah (Plt) Bupati Bandung Barat, Yayat T Soemitra selesai melaksanakan tugasnya selama 100 hari di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bandung pada hari Kamis 19 Juli 2018 bertempat di Bale Gempungan, Kompleks Pemkab Bandung Barat telah dilaksanakan sertijab kepada Dadang Muhammad Masoem yang kini resmi menjadi Penjabat Bupati Bandung Barat menggantikan Yayat T Soemitra.

Dadang yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Barat ini telah dilantik pada 17 Juli 2018 lalu oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat Muhammad Iriawan.

Dalam dua bulan ke depan, Dadang akan memaksimalkan penyerapan anggaran untuk menuntaskan program-program pemerintah daerah pada periode 2013-2018. Ia pun berkomitmen untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi Bandung Barat. “Meski dengan masa jabatan yang relatif singkat, saya akan bekerja optimal dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Pj Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Dadang Muhamad Masoem langsung bergerak cepat memanfaatkan masa tugasnya di KBB yang hanya sekitar dua bulan. Hari ini dia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gedung A guna memantau aktivitas perkantoran sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berada di Kompleks Pemda KBB, Ngamprah.

Dadang melihat kondisi kantor Disparbud yang cukup tertata baik dan nyaman, namun saat ke Dinas Koperasi dan UMKM dirinya kaget, karena satu blok perkantoran dipakai oleh dua dinas, menurutnya kondisi itu dipastikan membuat suasana kerja tidak nyaman, “Ruangan disitu terlalu sempit dan dampaknya kepada kinerja,” ucapnya.

Sementara di Dinsos dirinya mendapati fenomena jumlah tenaga kerja kontrak (TKK) lebih banyak dibanding tenaga PNS-nya sendiri. Selanjutnya, Dadang meninjau kondisi kantor Disparbud yang dinilainya cukup tertata baik dan nyaman.

“Kondisi ini harus diketahui oleh semua pihak, termasuk pemerintah pusat, bahwa didaerah PNS sudah banyak berkurang, karena ada yang pensiun atau faktor lainnya. Akibatnya, untuk mengisi kekosongan maka direkrutlah TKK, karena untuk penerimaan CPNS baru masih terkendala dengan pemberlakuan moratorium oleh pemerintah pusat yang hingga kini belum dicabut, Kita segera usulkan ke pusat supaya rekrutmen CPNS di KBB segera dibuka,” ujarnya.

Dadang mengaku cukup prihatin dengan banyaknya TKK di beberapa dinas, “Ini yang harus dipikirkan, di satu sisi PNS banyak berkurang disisi lain, karena moratorium maka penerimaan CPNS tidak bisa dilakukan,” ucapnya.

Dikatakannya, mengingat waktu yang dimilikinya sebagai Pj Bupati KBB hanya dua bulan, Dadang mengaku akan fokus kepada tugas yang kira-kira memberikan manfaat dan bisa dinikmati warga, “Yang terpenting tugas utama adalah menyiapkan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai bangunan komplek Pemerintahan KBB, Dadang sangat terkesan dan memberikan apresiasinya, “Ini hari kedua saya melaksanakan tugas di lingkungan pemda KBB, saya terkesan,” katanya.

Dia menganggap Kompleks Perkantoran Pemda KBB cukup terintegrasi. Hal ini tentunya sangat memudahkan dalam koordinasi kedinasan. Berbeda dengan apa yang dialaminya di provinsi, kantor sejumlah dinas terpencar, sehingga secara alur koordinasi menjadi cukup terkendala dan memakan waktu.

Ditanya soal rotasi-mutasi pejabat dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat yang memanas dan menuai konflik di kalangan pajabat, Dadang mengaku hal itu memang merupakan kewenangannya selama ada rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri. Namun dalam waktu dua bulan masa jabatan, ia mengaku tak punya waktu cukup banyak untuk itu.

“Saya sama sekali tidak berpikir ke soal itu, saya fokus mempersiapkan pelantikan Bupati terpilih September nanti. Jadi, tugas saya sekarang mengawal bupati dan wakil bupati terpilih (Aa Umbara-Hengky Kurniawan.red) saja sampai ke pelantikan nanti,” kata Dadang.

Diakuinya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti infrastruktur dan kebersihan lingkungan, namun yang jelas, programnya tak mungkin beda dengan pemerintahan sebelumnya (Abubakar-Yayat), ujar Dadang usai sertijab dan pisah sambut di Bale Gempungan, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung, Kamis 19 Juli 2018.

Pos terkait

banner 468x60