Digerebeg Warga Karena Diduga Berbuat Mesum, Oknum Guru Terancam Dimutasi

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Garut,- Warga Kampung Cijinten, Desa Simpen Kaler, Kecamatan Limbangan menggerebeg seorang oknum guru sekolah dasar (SD) berinisial KM (46) karena diduga melakukan perbuatan mesum, Sabtu (14/7/18) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut keterangan saat digerebeg warga setempat oknum guru tersebut sedang berada didalam salah satu kamar dirumah KM bersama DN yang berprofesi sebagai sopir.

Warga yang marah dengan ulah kedua orang tersebut langsung memukuli DN, beruntung keduanya keburu diselamatkan oleh Ketua RW dan diamankan ke rumah RW yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Saat ditemui di rumahnya,, Gugun Gunawan, Ketua RW 16, Kampung Cijinten, Desa Simpen Kaler, membenarkan kejadian tersebut.

“Kejadiannya Sabtu malam kemarin, ada penggerebekan oknum guru yang juga warga kami yang sedang berduan di rumahnya dengan seorang laki – laki,” ucapnya, Kamis (19/07/18). Setelah diamankan, keduanya langsung dinikahkan secara agama, tambahnya.

Plt UPT Pendidikan, Kecamatan Limbangan, Lili Kamaludin

Sementara Plt UPT Pendidikan, Kecamatan Limbangan, Lili Kamaludin, menyebutkan, pihaknya sudah memanggil oknum guru tersebut untuk dimintai keterangan

“Yang bersangkutan sudah kami panggil untuk dimintai keterangan terkait kasus yang dialaminya tersebut,” ucapnya.

Menurut keterangan KM, lanjutnya, saat digerebek warga sebenarnya tak sedang berada di dalam kamar, melainkan sedang berada di ruangan tamu. Itu pun duduknya berjauhan.

“Dia mengaku, saat digerebeg warga, keduanya sedang berada di ruang tamu dan masih berpakaian lengkap,” tandasnya.

Dikatakannya,, malam itu KM baru sampai dirumahnya usai pulang dari Majalya untuk mengantar saudaranya yang berangkat menunaikan ibadah haji dan DN yang mengantarnya pulang ke rumah.

“Awalnya tidak akan mampir karena sudah malam, namun tiba di rumah DN malah mampir untuk beristirahat sejenak, dan tiba-tiba saja ada warga yang menendang pintu rumah dan langsung memukuli DN,” ujar Lili.

Akibat kejadian tersebut, kata Lili, KM akan dimutasi dari tempat ia mengajar, pasalnya, sudah ada ancaman akan melakukan perusakan bangunan sekolah jika tidak dimutasikan, “Sanksinya akan di mutasi ke sekolah lain, agar situasi tetap kondusifi,” pungkasnya.

Pos terkait

banner 468x60