Pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Mekar Mukti

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Lina/Deni HM

Koran SINAR PAGI, KBB,– Ratusan pedagang pasar, tokoh masyarakat dan warga Desa Mekar Mukti Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat telah resmi membetuk Forum Komunikasi Masyarakat Mekar Mukti pada hari Jumat tanggal 29 Juni 2018 lalu lokasi budidaya lele “Sabilulungan” milik Yudianto, Kp.Cicalengka Desa Mekar Mukti Kec.Cihampelas, dengan tujuan untuk menciptakan rasa kebersamaan antar masyarakat Desa Mekar Mukti dan sebagai wadah untuk masyarakat dalam pendampingan dan pengawasan panitia pembangunan pasar desa.

Pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Mekar Mukti ini dinilai positif oleh masyarakat desa dan komunitas pasar tradisional yang ada di KBB, pasalnya dengan telah dibentuknya Forum Komunikasi Masyarakat Mekar Mukti akan membina dan mengarahkan setiap potensi yang ada menyangkut Pasar Tradisional agar lebih berkompetensi dalam persaingan perdagangan era global saat ini.

Pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Mekar Mukti

Dalam proses pelaksanaan pemilihan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Mekar Mukti yang dihadiri sekitar 250 orang warga Desa Mekar Mukti dan pengurus pasar, Asep Abidin didaulat menjadi sebagai Ketua.

Menurut Asep, Forum Komunikasi Masyarakat Mekar Mukti kreatif menjadi hal penting untuk memperkuat akselerasi pemberdayaan masyarakat desa, lantaran pembangunan pasar tradisional ini harus terus dilanjutkan untuk dijadikan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu poin kunci dalam mempercepat pembangunan desa.

“Forum Komunikasi Masyarakat Mekar Mukti ini akan memiliki daya ungkit lebih kuat dibanding hanya menampung aspirasi keluhan para pedagang dan masyarakat kepada aparat desa,” ujarnya.

Dikatakan, keberadaan komunitas masyarakat desa ini sangat penting, menurutnya akan banyak ide dan gagasan kreatif akan muncul melalui komunitas desa, sehingga desa akan berkembang dan terus berkembang,” imbuhnya.

Yudianto, mengatakan telah menyusun program unggulan yang menyasar pemberdayaan komunitas desa-pedesaan. Pendekatan ini menjadi langkah taktis dalam mempercepat kemandirian desa yang dijalankan termasuk, melakukan fasilitasi kepada pelaku usaha di tingkat desa dengan pelatihan pemberdayaan ekonomi kerakyatan demi meningkatkan kemampuannya agar kepentingan desa bisa diperjuangkan secara maksimal.

Bentuk kepedulian kaum muda di Forum Komunikasi Masyarakat Mekar Mukti, khususnya para pelaku usaha terhadap ke-beradaan pasar tradisional ditengah pesat-nya pertumbuhan pusat perbelanjaan. Mereka mengajak masyarakat untuk senantiasa belanja di pasar tradisional.

Diungkapkan, berdasarkan data Indonesian Islamic Busi-ness Forum, sekitar 50 – 70 persen pendapatan dari pedagang pasar tradisional mengalami penurunan akibat berkembangnya pasar mo-dern, dan saat ini, hampir 70 persen kepemilikan saham pasar modern dimiliki konglomerat. Alhasil, keberadaan pedagang di pasar tradisional juga semakin terkalahkan.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Mekar Mukti mengatakan, beberapa kelebihan dimiliki oleh pasar tradisonal diantaranya, memiliki nilai sosial yang tak tergantikan, seperti adanya interkasi antara penjual dan pembeli, dan harga yang ditawarkan sangat- sangat terjangkau.

“Selain itu, pasar tradisional juga mena-warkan berbagai macam kebutuhan rumah tangga. Mulai dari aneka sayuran, jajanan pasar, hingga alat- alat rumah tangga, keberadaan pasar tradisional yang harus dilestarikan dan dilindungi, meminta pemerintah untuk membuat payung hukum sebagai perlindungan untuk para pedagang pasar, mengajak seluruh lapisan masyarakat agar berbelanja di pasar tradisional, dan berperan aktif dalam membeli produk pangan lokal,” tuturnya.

Pos terkait

banner 468x60