Kejari Garut Terus Selidiki Kasus Dugaan Pungli PUPR

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Garut,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut saat ini terus menyelidiki Kasus Dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Garut, sebesar 3% dari proyek Bantuan Provinsi, yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). 

“Ya, kami terus melakukan penyelidikan kasus dugaan pungli yang terjadi di Dinas PUPR Kabupaten Garut. Hari ini ada dua orang PPK yang sedang menjalani pemeriksaan yang dipimpin Kasie Pidsus, Eka Aryanta Parinding,SH,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Azwar,SH, Rabu (04/07/18) saat dihubungi melalui ponselnya. 

Menurutnya, pemeriksaan terhadap pejabat PPK dilakukan dalam rangka pengumpulan data dan langkah penyelidikan. “Kami akan usut tuntas kasus yang merugikan keuangan negara ini,” paparnya. 

Sebelumnya, Kata Anwar, Tim sudah memeriksa dua pejabat PUPR, kali ini kembali memeriksa dua orang pejabat yang memegang jabatan PPK program Bantuan Provinsi Jawa Barat. 

Saat didesak, sejauh mana keseriusan Kejari Garut dalam mengusut tuntas dugaan pungli, yang merugikan pengusaha jasa kontruksi di Kabupaten Garut, Azwar, menjelaskan, penanganan kasus tidak bisa cepat dalam menentukan terbukti dan tidaknya.

“Sabar ya rekan-rekan media nanti akan di kasih informasi selanjutnya, do’akan saja agar kasus dugaan pungli ini bisa cepat terbongkar,” tegasnya. 

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pungli dilingkungan Dinas PUPR Kabupaten Garut, terbongkar setelah adanya keluhan dari sejumlah rekanan. Yang mana sejumlah paket pekerjaan yang bersumber dari anggaran Provinsi Jawa Barat sampai saat ini belum dikeluarkan SPK nya, karena harus membayar 3% sebagai bentuk komitmen antara rekanan dan Dinas PUPR.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90