Diduga Pilgub Sumut Penuh Dengan Kecurangan

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Pilgub di Sumut yang semula diharapkan bersih tak bercacat cela, ternyata diduga penuh dengan kecurangan, dimana banyak pelanggaran yang terjadi ditiap TPS, Seperti yang terjadi di Simalungun, masyarakat berdemo dikarenakan Djoss lebih unggul tetapi mengapa Erramas yang menang.

Di Behrang, Tandam, Stabat banyak wargs dari etnis chines yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak mendapat undangan.

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan, “Ini udah pasti benar, saya saksikan sendiri, kawan – kawan di Binjai banyak yang tidak mendapat C6, ada dapat undangan namun namanya enggak ada di DPT,” ungkapnya.

Ditambahkannya, di TPS no. 2 dr.Nehru petugasnya jelas – jelas bilang harus ada e_ KTP, C6 dan nama ada di DPT baru boleh pilih, “Banyak yang kecewa di ping pong sana – sini, Binjai sekitarnya termasuk yang paling nggk jelas, mungkin ini faktor kesengajaan !,” ujarnya kesal.

Hal ini juga terjadi di Cemara Asri Medan, warga Thionghua tidak dapat menggunakan hat pilihnya karena disuruh menunggu sampai jam 12 siang lalu diusir oleh petugas dengan alasan waktu sudah habis.

Lain lagi yang terjadi di Nias Barat, disini ada dua kali pencoblosan, sehingga Panwaslih memproses oknum Kabag Hukum Nias Barat.

Dugaan kecurangan juga terjadi di Kelurahan Helvetia, tepatnya di TPS 33 dimana ada kecurangan saat pencoblosan dan pembagian Surat Suara.

Di TPS 26 Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal banyak orang beragama Kristen yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena tidak mendapat undangan dan tak tercantum namanya di DPT, padahal jelas – jelas mereka adalah penduduk setempat.

Masih banyak lagi hal – hal janggal yang membuat bingung masyarakat, tak sedikit masyarakat yang tak dapat menggunakan hak pilihnya karena kehabisan waktu untuk memilih.

Akibat berbagai kejadian tersebut, masyarakat Sumut menilai bahwa KPU Sumut tidak becus menangani Pilgub di Sumut, sehingga masyarakat menginginkan Pilgub di Sumut diulang.

Pos terkait

banner 468x60