Ramadhan Fair Jadikan Medan Barometer Kota Religius

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Gubernur Sumatera Utara, H T Erry Nuradi membuka Ramadhan Fair XV tahun 2018 di Taman Sri Deli Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (19/05) malam. Selain memberikan manfaat secara sosial ekonomi, Ramadhan Fair juga menjadi sarana peningkatan ukhuwah Islamiyah di tengah-tengah masyarakat. Diharapkan melalui event ini menjadi salah satu barometer Kota Medan sebagai kota yang masyarakatnya religius.

Selain itu dalam pembukaan yang diwarnai dengan guyuran hujan, Gubsu,’Erry Nuradi menilai, Ramadhan Fair merupakan bukti bahwa Kota Medan mempunyai peran penting dalam peningkatan seni dan budaya bernuansa Islami, hal ini ditandai seluruh rangkaian kegiatan yang digelar selama berlangsungnya Ramadhan Fair kental dengan nuansa religius.

“Melalui Ramadhan Fair, kita harapkan Ukhuwah Islamiyah, harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama mampu lebih ditingkatkan lagi ke depannya. Kepada masyarakat Kota Medan, saya juga berharap kegiatan ini dapat menjadi syiar Islam yan sejuk dan penuh pesona,” kata Gubsu

Selain ditandai dengan pemukulan bedug, pembukaan Ramadhan Fair juga dimeriahkan dengan penampilan grup band asal ibukota Jakarta Seventen. Sejak digelar pertama kali tahun 2003, Wali Kota mengatakan, Ramadhan Fair kini sukses menjadi ikon pariwisata religi yang identik dengan kemeriahan suasana Ramadhan di Kota Medan. Sebab, perhelatan akbar tahunan setiap bulan Ramadhan itu selalu menampilkan aneka bazar kuliner dan produk UMKM bernuansa Islami.

Ramadhan Fair kerap dinantikan warga, tidak terbatas hanya umat Muslim tetapi umat lainnya banyak juga menghadirinya bersama anggota keluarga maupun koleganya, termasuk juga para wisatawan baik lokal maupun manca negara.

Menurut Wali Kota Medan, hal itu menunjukkan keberagaman menjadi semangat yang dijunjung tinggi di ibukota Provinsi Sumatera Utara. Artinya, agama benar-benar mampu menjadi rahmat bagi sekalian alam semesta, terutama di bulan suci Ramadhan.

Dengan keberagaman yang ada merupakan salah satu unsur yang telah memperkaya khasanah budaya di Kota Medan, itu sebabnya tanpa rasa berlebihan, Dzulmi Eldin mengungkapkan, Kota Medan kini menjadi contoh multikutural yang sangat harmonis di Indonesia. “Jika pun ada riak-riak kecil yang mencoba mengganggu keharmonisan tersebut, seluruh elemen masyarakat secara bersama-sama dengan kesadaran sendiri langsung bergerak mengantisipasinya,” katanya.

Disamping itu tambah Eldin, terlihat jelas bukti bahwa di Kota Medan mayoritas melindungi minoritas, sebaliknya minoritas pun menghormati dan menghargai mayoritas. Oleh karenanya melalui perhelatan Ramadhan Fair, Wali kota berharap dapat mewakili cerminan religiusitas kota sekaligus menggambarkan kota yang damai penuh toleransi sekaligus sebagai kota multikultural.

Menurutnya, Ramadhan Fair juga menjadi wadah silaturahmi dan interaksi sosial religius sekaligus menjadikan dunia usaha, terutama UMKM dapat berkembang sekaligus meningkatkan segmen pasar produk-produk yang dihasilkan, yang lebih penting lagi tegasnya, Ramadhan Fair diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk mampu bersaing dengan pasar modern.

Diakui Eldin, sebagai event yang telah menjadi kalender rutin Pemko Medan setiap tahunnya, perhelatan Ramadhan Fair masih jauh dari kata sempurna untuk itu evaluasi terus dilakukan agar pelaksanaannya semakin membaik.

“Setiap gelarannya agar lebih menarik dan diminati masyarakat, termasuk para wisatawan, Ramadhan Fair selalu menggabungkan konsep edukasi dan siar islam yang dirangkaikan dengan hiburan bernuasa Islami,” jelasnya.

Wali Kota mengajak seluruh umat Muslim di Kota Medan untuk memuliakan bulan suci Ramadhan dengan meningkatkan amal ibadah seraya senantiasa menjaga serta memelihara kesucian bulan yang penuh rahmat, berkat serta keampunan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Meda, H Iswanda Nanda Ramli, sangat mengapresiasi atas digelarnya Ramadhan Fair. Selain sebai syiar Islam, event yang rutin digelar setiap tahunnya sebagai wadah silaturahmi bagi warga Kota Medan.

“Yang lebih penting lagi, kegiatan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat karena diikuti para pelaku UMKM,” ungkap Iswanda.

Pos terkait

banner 468x60